POJOKSATU.id — Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta melaporkan temuan tiga kasus positif hantavirus di wilayah ibu kota.

Selain pasien terkonfirmasi, terdapat enam orang yang masuk kategori suspek dan hingga kini masih menjalani pemantauan untuk melihat perkembangan kondisi kesehatannya.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan secara intensif terhadap kasus yang telah terdeteksi.

Baca Juga: Raja Danjong dan Kudeta Berdarah Dinasti Joseon, Dikhianati Pamannya Sendiri

Ani menuturkan, jumlah kasus positif hantavirus yang tercatat sampai saat ini mencapai tiga orang, sebagaimana yang sebelumnya telah diinformasikan kepada publik.

Di sisi lain, enam kasus dugaan infeksi masih terus diawasi oleh tenaga kesehatan.

"Mungkin untuk update kasus hantavirus yang ada di Jakarta sampai dengan saat ini kita masih menemukan ada 3 kasus positif yang kemarin sudah saya sampaikan teman-teman wartawan. Tapi ada 6 suspek yang masih terus kami monitor sampai dengan hari ini," ujar Ani.

aca Juga: Momen Terakhir Pratu Ferischal dengan Ayah Satu Hari Sebelum Kejadian, Unggah Status Mau Sholat

Sebagai langkah antisipasi agar penyebaran penyakit tidak meluas, Dinkes DKI Jakarta telah menunjuk sejumlah rumah sakit umum daerah (RSUD) sentinel untuk memperketat pemantauan terhadap kemungkinan kasus hantavirus di tengah masyarakat.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga mengaktifkan tim gerak cepat yang bertugas melakukan deteksi dini apabila terjadi kenaikan jumlah kasus secara signifikan.

"Kami sudah menempatkan beberapa RSUD sebagai rumah sakit sentinel untuk memberikan monitoring yang lebih ketat untuk menangkap adanya suspek kasus hantavirus yang ada di masyarakat. Selain itu juga ada tim gerak cepat yang terus melakukan sistem kewaspadaan dini apabila memang ada peningkatan kasus yang cukup signifikan," katanya.

Baca Juga: Sejarah Universitas Mercu Buana, Kampus yang Berawal dari Akademi Wiraswasta hingga Raih Akreditasi Unggul

Ani menerangkan bahwa hantavirus termasuk penyakit yang penyebarannya berkaitan dengan tikus.

Oleh sebab itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat membersihkan lokasi yang banyak ditemukan tikus maupun sisa kotorannya.

Ia juga mengingatkan bahwa area yang terpapar kotoran tikus sebaiknya tidak langsung dibersihkan dalam kondisi kering.

Sebelum proses pembersihan dilakukan, warga dianjurkan menyemprot area tersebut menggunakan cairan disinfektan, termasuk cairan pemutih rumah tangga yang mudah ditemukan.

Baca Juga: Kisah Lady Jane Grey, Remaja yang Jadi Ratu Inggris lalu Dieksekusi di Usia Muda

"Kemudian bahwa hantavirus ini ditularkan melalui tikus, sehingga yang perlu diwaspadai adalah pada saat masyarakat membersihkan tempat-tempat yang memang di situ ada banyak tikus, harus ada kewaspadaan karena penularannya adalah beberapa macam," katanya.

"Perlu diwaspadai pada saat kita membersihkan area-area yang ada kotoran tikus, dipastikan bahwa ventilasinya bagus, kemudian jangan dibersihkan dalam keadaan kering. Jadi harus disemprot dulu dengan disinfektan. Kalau di rumah, kita bisa menggunakan pemutih, cairan pemutih yang biasa ada di rumah sebagai disinfektan sebelum dibersihkan kotorannya," sambungnya.

Dinkes DKI Jakarta turut mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan penyakit.

Baca Juga: AI Makin Menggeser Pekerjaan Manusia, Skill Apa yang Sulit Tergantikan? Ini Daftarnya

Salah satu cara sederhana yang dianjurkan ialah rutin mencuci tangan menggunakan sabun di bawah air mengalir.

"Untuk imbauan kepada masyarakat pada dasarnya yang pertama adalah tetap melakukan protokol pola hidup bersih, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir," ujarnya.***