POJOKSATU.ID - Kasus pengeroyokan terhadap seorang guru SMK di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, memasuki babak baru.
Sebanyak lima oknum prajurit TNI Angkatan Laut (AL) yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut kini resmi ditahan oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) TNI AL untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Korban diketahui berinisial BS, seorang guru SMK yang mengalami luka serius akibat dikeroyok secara brutal.
Baca Juga: 7 Film Horor Indonesia Tayang Januari 2026; dari Urban Legend hingga Adaptasi Dongeng
Peristiwa ini sempat memicu kemarahan masyarakat setempat dan menjadi sorotan luas karena melibatkan aparat negara.
Komandan Koarmada VIII, Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, membenarkan penahanan terhadap kelima prajurit tersebut.
Ia menegaskan bahwa TNI AL telah mengambil langkah tegas dengan mengamankan para oknum yang terlibat langsung dalam insiden pengeroyokan.
Baca Juga: Viral Karena Pingsan, Prestasinya Terlupakan Siapa Sebenarnya Sakti Wahyu Trenggono?
“Oknum anggota TNI AL yang terlibat langsung telah diamankan oleh Detasemen Polisi Militer TNI Angkatan Laut untuk menjalani pemeriksaan intensif dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Dery, dikutip pojoksatu.id dari instagram @jabodetabek24info (25/1/2026).
Atas kejadian ini, pihak TNI AL menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya kepada korban dan keluarga.
Dery menegaskan bahwa institusinya tidak mentoleransi segala bentuk pelanggaran hukum yang dilakukan oleh prajurit, terlebih yang mencederai rasa keadilan dan kepercayaan publik.
Baca Juga: Sayur Dapur Bikin Lereng Ambruk? Kentang, Kol,Kubis dan Paprika Masuk Radar Penyebab Longsor!
“TNI AL tidak akan mentolerir tindakan kekerasan maupun pelanggaran hukum oleh prajurit. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh dalam pembinaan personel agar profesionalisme dan disiplin tetap terjaga,” tegasnya.
Ia juga menyebut aparat gabungan TNI dan Polri telah bergerak cepat mengamankan situasi di lokasi kejadian guna mencegah konflik lanjutan.
Penanganan dilakukan secara terukur demi menjaga stabilitas keamanan di wilayah Talaud.
Selain proses hukum terhadap para pelaku, TNI AL juga memberikan perhatian kepada korban.
Bantuan pengobatan serta tali asih telah disalurkan kepada BS yang mengalami luka akibat pengeroyokan tersebut.
Baca Juga: Status PPPK Paruh Waktu Dinilai Tak Pasti, Pemerintah Kaji Skema Naik ke Penuh Waktu
“Korban segera mendapatkan penanganan medis awal sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Prof Kandou Manado untuk perawatan lanjutan,” kata Dery.
Korban dievakuasi dari Talaud ke Manado menggunakan kapal penumpang guna memastikan penanganan medis yang lebih memadai.
Saat ini, kondisi korban terus dipantau oleh tim medis.
Baca Juga: Diduga Oknum TNI Datangi Polda Gorontalo, Paksa Minta Tahanan Kasus Pemerkosaan Dibebaskan
Kasus pengeroyokan guru SMK oleh oknum aparat ini kembali menjadi pengingat pentingnya penegakan hukum tanpa pandang bulu.
Publik berharap proses hukum berjalan transparan dan adil, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara tetap terjaga.
TNI AL menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini sesuai ketentuan hukum yang berlaku serta memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.***




