POJOKSATU.id, MEDAN – Kasus kematian Winda Lorenza (35) eks istri polisi Bripda IH personel Polsek Medan Sunggal, menyita perhatian publik dan Komisi III DPR RI.

Keluarga menilai kematian Winda penuh kejanggalan dan meragukan bunuh diri seperti klaim dari Polrestabes Medan.

Menyikapi ini, Komisi III DPR RI akan memanggil Polda Sumut, Polrestabes Medan dan keluarga korban Winda untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Selasa (11/8/2026) nanti.

“Komisi III DPR RI mencermati dengan seksama perkembangan kasus meninggalnya WL, mantan istri anggota Polri di Medan yang disebutkan meninggal bunuh diri dengan mengggunakan senjata api,” ungkap Ketua Komisi III DPR RI Habiburrokhman melalui unggahan di Instagram pribadinya @habiburrokhmanjktimur, Sabtu (8/8).

Baca Juga: Kurir Narkoba Terperosok ke Parit Usai Dikejar Polisi Tengah Malam, 24 Ball Ganja Madina Diamankan

Dikatakan politisi Gerindra ini, mengingat adanya keraguan dan kejanggalan yang dirasakan oleh pihak keluarga korban, maka Komisi III DPR RI mendesak Polda Sumatera Utara, termasuk Polresta Medan beserta seluruh jajaran yang menangani perkara ini untuk mengusut tuntas secara transparan.

“Jangan ada sedikitpun fakta yang ditutup-tutupi. Jangan membuat kesimpulan yang sembarangan apalagi tergesa-gesa. Proses penyelidikan dan penyidikan harus objektif, profesional dan berbasis pendekatan ilmiah,” ujarnya.

“Kami Komisi III DPR RI akan mengawal kasus ini, kami juga akan memanggil pihak Polda, Polresta Medan dan keluarga korban pada hari Selasa yang akan datang untuk melakukan rapat dengar pendapat umum,” ujarnya dalam video itu.

Baca Juga: Polisi Beberkan Motif Pembunuhan Bocah 6 Tahun di Angkola Muara Tais, Tersangka Paman Korban

Sebelumnya diberitakan, peristiwa kematian Winda Lorenza terjadi di Perumahan Bumi Asri, Medan Helvetia, Kota Medan, Minggu (2/8) sekitar pukul 16.00 WIB.

Polisi kini masih mendalami motif korban diduga nekat mengakhiri hidupnya menggunakan senpi milik mantan suaminya Bripda IH.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan jasad korban telah selesai diautopsi. Hasilnya menunjukkan adanya luka tembak di bagian kepala korban.

"Hasil autopsi, ada satu luka tembak yang berada di bagian kepala, tapi nanti mungkin ahli saja yang menjelaskan," jelasnya.

"(Senpi) jenis revolver," imbuhnya.***