POJOKSATU.ID, KABAR duka datang dari ekonom Indonesia, Faisal Basri. Politikus yang juga pendiri Institute for development of Economics & Finance (Indef), meninggal dunia dini hari tadi di Rumah Sakit Mayapada Kuningan, Jakarta.

Faisal Basri lahir di Bandung, 6 November 1959, dan menamatkan pendidikan sarjananya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia pada tahun 1985.

Faisal Basri pun melanjutkan pendidikannya dengan gelar Master of Arts bidang ekonomi di Vanderbilt University, Nashville, Tennessee, Amerika pada tahun 1988.

Baca Juga: PREDIKSI SKOR Arab Saudi vs Indonesia Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ujian Awal Skuad Garuda

Tak hanya itu, Faisal Basri juga pernah diamanatkan menjadi Ketua Jurusan Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI pada rentang waktu tahun 1995-1998.

Ia juga merupakan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas Jakarta selama tahun 1999-2003. Faisal juga turut mendirikan Institute for Development of Economics & Finance (INDEF).

Keponakan dari mendiang mantan Wakil Presiden RI Adam Malik ini memulai karir sebagai pengajar pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia untuk mata kuliah Ekonomi Politik, Ekonomi Internasional, Ekonomi Pembangunan, dan Sejarah Pemikiran Ekonomi.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Regional JBB Sapa Langsung Pelanggan di Hari Pelanggan Nasional

Faisal juga merupakan pengajar pada Program Magister Akuntansi (Maksi), Program Magister Manajemen (MM), Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Pembangunan (MPKP), dan Program Pascasarjana Universitas Indonesia (1988-sekarang).

Jejak di Politik
Dalam karir akademisnya, Fasial pernah menjadi Ketua Jurusan ESP (Ekonomi dan Studi Pembangunan) FEBUI (1995-1998), dan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas Jakarta (1999-2003).

Sementara di bidang pemerintahan, Faisal Basri pernah mengemban amanah sebagai anggota Tim “Perkembangan Perekonomian Dunia” pada Asisten II Menteri Koordinator Bidang EKUIN (1985-1987) dan anggota Tim Asistensi Ekuin Presiden RI (2000).

Baca Juga: PDIP Minta Penahanan Mantan Bupati Batu Bara Zahir di Kasus PPPK Ditangguhkan, Harap Kapolda Patuh

Di bidang politik, Faisal Basri dikenal sebagai pendiri Majelis Amanah Rakyat (Mara), cikal bakal dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Faisal Basri memutuskan mundur dari PAN pada Januari 2001, namun tetap aktif di politik dengan mendirikan organisasi Pergerakan Indonesia. Ia juga pernah menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional sejak Kongres I pada 2004-2010.

Faisal Basri ternyata juga pernah mencalonkan diri sebagai calon Gubernur DKI melalui jalur independen pada Pilkada 2014. Saat itu, ia menggandeng putra tokoh legendaris Betawi Benyamin Sueb, Biem Benyamin.

Baca Juga: Resmi Ditahan Kasus PPPK Batu Bara 2023, Polda Sumut Bantah Politisasi Kasus Zahir Jelang Pilkada

Namun, Faisal kalah dengan pasangan calon lainnya yaitu Joko Widodo, Fauzi Bowo, dan Hidayat Nur Wahid.

Faisal Basri juga dipercaya sebagai Tenaga Ahli pada proyek di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral, Ditjen Pertambangan Umum, Departemen Pertambangan dan Energi pada 1995-1999.

Baca Juga: Jay Idzes Kapten Timnas Garuda di Laga Arab Saudi vs Indonesia, Yakin Bisa Menang

Semasa pemerintahan Presiden Joko Widodo, Faisal Basri pernah ditunjuk sebagai tim ahli Satuan Tugas Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Faisal Basri meninggal dunia di usia 65 tahun. ***