POJOKSATU.id — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan total area yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia sudah berada di angka sekitar 72.798 hektare.
Dari sejumlah provinsi yang mengalami karhutla, Kalimantan Barat (Kalbar) tercatat sebagai wilayah dengan area terbakar paling luas.
Data BNPB mencatat luas lahan yang terbakar di Kalbar mencapai 38.310,89 hektare.
Baca Juga: Daftar Prodi dan Kuota PKN STAN 2026, Pendaftaran Dibuka hingga 30 Agustus
Besarnya area yang terbakar di Kalbar juga diikuti dengan pengerahan personel dalam jumlah besar.
Sebanyak 10.010 anggota satgas darat ditugaskan untuk menangani karhutla di wilayah tersebut.
Adapun data luas lahan yang mengalami kebakaran di enam provinsi berdasarkan catatan BNPB adalah sebagai berikut:
1. Kalimantan Barat: 38.310,89 hektare
2. Riau: 16.249,24 hektare
3. Kalimantan Selatan: 8.019,62 hektare
4. Kalimantan Tengah: 7.634,46 hektare
5. Sumatera Selatan: 1.926,23 hektare
6. Jambi: sekitar 658,29 hektare
Baca Juga: Mensesneg Bantah Haji Isam Jadi Pimpinan Pemadaman Karhutla di Kalimantan
Jika seluruh wilayah tersebut dijumlahkan, total lahan yang terbakar mencapai kurang lebih 72.798,73 hektare.
Untuk mendukung proses penanganan, sebanyak 57.267 personel satgas darat telah dikerahkan di enam provinsi tersebut.
Jumlah itu terdiri atas 10.010 personel di Kalbar, 10.700 di Kalimantan Tengah, 1.408 di Kalimantan Selatan, 17.764 di Riau, 5.818 di Jambi, dan 11.567 personel di Sumatera Selatan.
Upaya pemadaman karhutla di sejumlah daerah masih menemui berbagai hambatan.
Baca Juga: Warga Desa Kebiranga Terdampak Gempa NTT Dapat Layanan Kesehatan Relawan GAN, Pijat Cimande Diminati
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Pandjaitan menyebut kondisi cuaca yang kering serta keterbatasan sumber air menjadi persoalan yang harus dihadapi petugas.
Berton menjelaskan, minimnya hujan dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan kondisi lapangan semakin kering.
Petugas juga mengalami kesulitan ketika harus mencari sumber air yang dapat digunakan untuk mendukung pemadaman.
"Kekeringan dengan banyak hari tanpa hujan. Kesulitan mendapatkan air di lapangan, termasuk di Kalsel. Butuh sumur dan normalisasi kanal," kata Berton.
Baca Juga: Festival Padasuka V Meriah Tanpa APBD, DPRD Kota Bandung Singgung Anggaran Rp600 Juta
Selain fokus pada pemadaman, pemerintah turut menelusuri dugaan keterlibatan sejumlah perusahaan dalam kasus karhutla di Kalimantan Barat.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya mengungkapkan bahwa terdapat empat korporasi yang saat ini masih menjalani proses penyelidikan terkait kejadian karhutla di Kalbar.
Prasetyo menyampaikan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar penegakan hukum dilakukan secara tegas apabila ditemukan unsur pelanggaran dalam kasus kebakaran hutan dan lahan.
Arahan tersebut, kata Prasetyo, kembali ditekankan Prabowo dalam dua rapat terbatas yang berlangsung pada hari yang sama.
Baca Juga: Baby Udon Tawarkan Perspektif Laki-Laki tentang Perjuangan Rumah Tangga
Presiden juga meminta agar pihak yang terbukti memiliki peran dalam terjadinya kebakaran diproses sesuai hukum, baik jika pelakunya berasal dari individu maupun perusahaan.
Penindakan juga diarahkan kepada pihak yang terbukti memberikan instruksi untuk melakukan pembakaran atau menggunakan cara membakar dalam kegiatan pembukaan lahan.
Seiring dengan luas wilayah yang terbakar yang terus menjadi perhatian, pemerintah dan petugas gabungan masih melanjutkan penanganan karhutla, baik melalui pemadaman di lapangan maupun proses hukum terhadap pihak yang diduga melakukan pelanggaran.***




