POJOKSATU.id, JAKARTA - Kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy Satriyo terhadap David Ozora menjadi efek domino.
Selain menyebabkan David cedera serius, banyak instansi mulai Kementerian Keuangan, Kampus Prasetiya Mulya hingga SMA Tarakanita yang terimbas karena dikaitkan dengan kasus penganiayaan Mario Dandy.
Meski sudah menetapkan dua tersangka yakni Dandy dan Shane, proses proses hukum kasus ini masih berjalan di Polres Metro Jakarta Selatan.
Selain itu, sosok Agnes, pacar dari Mario juga disorot publik. Hal ini dikarenakan penganiayaan itu diduga dipicu aduan Agnes pada Mario yang mengatakan bahwa David memperlakukannya tidak baik.
Selain itu, kecaman publik dituangkan melalui kiriman karangan bunga yang menghiasi Markas Polres Metro Jakarta Selatan, Sabtu (25/2/2023).
BACA : Kecam Aksi Brutal Mario Dandy, Ketua NU Desak Polisi Buat Pelaku Sampai Kondisi Berat Ini
Sedikitnya ada 11 karangan bunga yang dijejerkan di depan Mapolres Metro Jakarta Selatan dengan berbagai nama pengirim.
Kebanyakan karangan bunga itu berisi tulisan agar perempuan berinisial AGS (15) ditangkap.
"Agnes Terlibat, Tangkap Agnes," tulis karangan bunga yang dikirim dari Aliansi Masyarakat Anti Kekerasan.
Ada juga karangan bunga bertuliskan 'Nggak Ada Provokasi dari A Nggak Bakal Ada yang Koma. Ada pula tulisan' Pak Polisi Tangkap A, Please' #KeadilanUntukDavid'.
"Keadilan untuk David, Dukung Polisi Ungkap Peran Agnes - Netyjen Pecinta Keadilan'," tulis karangan bunga lainnya.
Seperti diketahui, kasus penganiayaan anak petinggi GP Ansor bernama David (17) tak hanya menyeret nama putra dari pejabat pajak bernama Mario Dandy Satriyo (20).
Selain itu, ada nama Shane Leonard yang dijadikan tersangka karena turut memprovokasi agar Mario menganiaya David. Shane juga merekam aksi keji itu hingga tersebar ke media sosial.
Dalam perkembangannya, Agnes disebut-sebut memprovokasi Mario Dandy menganiaya David secara brutal. Meski begitu, polisi menepis isu tersebut.
Namun publik masih menduga bahwa ada peran dari Agnes hingga Mario Dandy melakukan penganiayaan terhadap David. (fandi/pojoksatu)



