POJOKSATU.ID – Belum lama ini publik tengah diricuhkan dengan kasus film animasi Merah Putih One for All.
Sebab, film animasi tersebut dinilai berkualitas rendah meski menggunakan anggaran Rp6,7 miliar.
Ditambah, sejumlah aset berupa karakter film animasi Merah Putih One for All diduga hasil curian milik kreator asing.
Baca Juga: Payment ID Akan Diuji Coba 17 Agustus untuk Bansos Digital, Ini Cara Kerjanya
Menyikapi hal ini, Endiarto selaku sutradara animasi tersebut sontak membantah tudingan yang beredar.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @ainurohman pada Selasa (12/8/2025).
Dalam unggahannya, Endiarto karakter Merah Putih One for All yang diduga hasil curian itu tidak lain hanya mirip saja.
Sebab, terkait produk digital, menurutnya tidak ada yang murni hasil ciptaan sendiri, melainkan dirangkum dari beberapa referensi.
“Kalaupun itu mendekati dan hampir mirip, kan itu nggak bisa kita harus patok begini begitu lho, karena dunia ini luas,” terangnya.
“Kalau ada kemiripan itu sah saja. Cuma pada awalnya bidang IT, animator kami membikin bukan bermaksud begitu. Tapi, dia mengeluarkan segala effortnya,” lanjutnya.
Baca Juga: Bansos PKH Tahap 3 Cair Agustus 2025! Cek Kategori Penerima dan Nominal
Tidak hanya itu, Endiator juga menegaskan bagi pihak yang melontarkan tudingan sebaiknya terlebih dahulu menonton filmnya secara full.
Dikarenakan, tuduhan yang dilontarkan hanya dari trailer di media sosial menurutnya tidak cukup adil dari segi moralitas penerimaan.
“Kalau dibahas, itu kan nggak kelar-kelar. Kami serahkan justifikasi itu dari penonton. Cuma kalau belum menonton secara penuh kan sepertinya tidak fair,” jelasnya.
Baca Juga: Wamenekraf Irene Umar Buka Suara soal Film Animasi Merah Putih One For All Didanai Pemerintah
Di sisi lain, Toto Soegriwo, produser film animasi Merah Putih One for All juga turut ikut menanggapi isu lainnya yang beredar.
Seperti diketahui, Merah Putih One for All dinilai tidak hanya mencuri aset asing saja, melainkan anggaran pembuatan film tersebut juga dituding didanai pemerintah.
Mengetahui hal tersebut, Toto selaku produser membantah dengan tegas bahwa anggaran karyanya itu murni dari dana pribadi.
Baca Juga: Akun Instagram Almira Istri Pembunuh Pegawai BPS Halmahera Timur Diserbu, Ada Foto Bersama Korban
“Saya Toto Soegriwo, selaku produser denagn tegas menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan merupakan fitnah keji,” terangnya.
“Kami tidak pernah menerima satu rupiah pun dana dari pemerintah, apalagi melakukan tindakan korupsi,” lanjutnya. ***
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Versi Android/ Versi iOS
Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:
Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov



