POJOKSATU.id, JAKARTA— Pelaku EW alias Eras mengungkap nama-nama anggotanya yang terlibat dalam kasus penculikan Kepala Cabang (Kacab) BRI Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta.

Pelaku Eras, kapten penculikan, membeberkan nama anggotanya saat diintrogasi di Bandara Komodo Labuan Bajo, Manggarai Timur, NTT, Jumat (22/8).

Eras menyebut nama Andre, Ronald, Berto, dan Arifin. Dan dalam kasus ini polisi baru menangkap 4 orang, termasuk Eras.

Baca Juga: Pengakuan Kapten Penculikan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih Saat Diintrogasi Polisi

Video introgasi awal polisi ini diunggah di Instagram salah satu akun milik anggota polisi @jacklyn_choppers, Sabtu (23/8).

Jacklyn Choppers atau Iptu Zakaria menyebut Eras ini sebagai kapten penculik Kacab BRI Muhammad Ilham Pradipta.

“Akhir pelarian sang kapten penculikan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih Jakarta Pusat,” ungkap Iptu Zakaria dalam narasi video Instagram miliknya, Sabtu (23/8/2025).

“EW ditangkap saat tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo NTT oleh tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Satreskrim Polres Mabar Polda NTT,” kata Zakaria dalam judul videonya.

Dalam tayangan video, polisi bertanya kepada Eras, dia bersama siapa saja di dalam mobil putih tersebut.

Baca Juga: Habiburokhman Desak Polisi Ungkap Dalang Pembunuhan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih

Mobil putih ini merupakan mobil yang dipakai untuk melakukan penculikan di parkiran Lotte Mart Pasar Rebo Jakarta Timur.


"Saya, Andre, Ronald, sama Berto, sama Arifin," kata Eras dalam rekaman video itu.


Komplotan Eras Tinggal di Johar Baru

Menurut Ketua RT 005 Kelurahan Johar Baru, Sella, ditemui wartawan, Sabtu (23/8/2025), rumah di Johar Baru III Jakarta Pusat itu dihuni oleh Immanuel Berto atau akrab disapa Nuel.

Dia ingat, Nuel datang malam-malam pada 20 Juni 2025 atau sekitar 2 bulan lalu.

"Bu saya yang menempati rumah ini. Di suruh sama bos saya. Bos saya lagi di Surabaya. Dia rumahnya banyak. Nah di sini saya yang nempatin," kata Sella menirukan ucapan Berto saat itu.

Baca Juga: Empat Kejanggalan Kematian Arya Daru Pangayunan versi Keluarga, Polisi Terlalu Dini Menyebut Depresi

Selama lima bulan belakangan, rumah yang ditempati Berto ini dipasang plang bahwa rumah itu dalam pengawasan bank. Lalu dicabut saat Berto dkk masuk ke rumah tersebut.

Ketua RT mengatakan, ada lima orang dalam rumah itu, dan yang dia kenal hanya dua orang yaitu Berto dan Eras.

Selama dua bulan tinggal di rumah itu, aktivitas komplotan itu tampak normal dan tidak ada hal yang mencurigakan. Pintu gerbang selalu terbuka, ada tamu datang, mereka mengobrol.

Berto bahkan sempat meminjam kursi bu RT dan tiga kursi ini dikembalikan pada 13 Agustus 2025.

Bahkan pada 17 Agustus malam sekitar pukul 22:00 WIB, selepas acara tukar kado warga, Sella masih sempat bercanda dengan Berto. Malam itu, Berto juga sempat meminta maaf karena lupa hadir acara warga.

Rumah Sella dengan Berto sebelahan, bahkan bertempelan. Dia mengatakan, sosok Berto sangat komunikatif dan suka bercanda dengan dirinya selama ini.***