POJOKSATU.id, JAKARTA-- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan Kapolda Sumbar Irjen Suharyono mendalami motif penembakan Kasat Reskrim Polres Solsel AKP Ryanto Ulil Anshar.
Ryanto Ulil Anshar atau Ulil Ryanto Anshari tewas ditembak koleganya sendiri di Polres Solok Selatan (Solsel) Kabag Ops AKP D Iskandar.
Jenderal Sigit menyebut kalau motifnya mencederai institusi, maka siapa pun dan apa pun pangkatnya, harus ditindak tegas.
"Apalagi kalau kemudian motifnya kemudian ternyata dilakukan terhadap hal-hal yang selama ini kita anggap mencederai institusi. Saya minta siapa pun, apa pun pangkatnya, tindak tegas. Jangan usah ragu-ragu," tegas Sigit di konferensi pers di Jakarta, Jumat (22/11).
Baca Juga: Agama AKP Ryanto Ulil Anshar Ternyata Kristen, Akpol Lulusan 2013 Status Belum Menikah
Dia juga meminta agar Kapolda Sumbar dapat mendalami motif dibalik penembakan tersebut.
Dikatakan Sigit, Kapolda Sumbar sudah melaporkan kepadanya terkait peristiwa yang terjadi. Dan dia sudah meminta Kapolda Sumbar mendalami motifnya.
“Namun, yang jelas, saya sudah perintahkan agar kasus itu diproses tuntas," ujarnya lagi.
Sigit menyebut, Polda Sumbar telah diminta menindak pelaku secara tegas, baik itu secara etik maupun secara pidana.
Baca Juga: Buntut Kekerasan Seksual Paslon Pilkada Kota Bekasi Banyak Tuai Respon Negatif Masyarakat
Kapolri juga menilai peristiwa yang terjadi di Polres Solok Selatan tersebut bukan masalah konflik internal. Dan Mabes Polri juga sudah menurunkan Divisi Propam Polri untuk memberikan asistensi.
Diketahui, berdasarkan hasil visum korban AKP Ryanto Anshari, korban diketahui ditembak dua kali di bagian pelipis dan pipi yang tembus tengkuk.
Sementara Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono menyebut karir AKP Ulil Ryanto Anshari selama ini sangat baik sebagai lulusan Akpol 2013.
Irjen Suharyono mengatakan AKP Ulil Ryanto anak yang baik atau anak yang respek.
"Loyalnya tinggi, sehingga begitu saya perintahkan tuntaskan habis tambang ilegal yang marak galian C tanpa izin, dia sudah mempunyai prestasi tinggi di bulan terakhir ini," katanya. ***




