POJOKSATU.ID - Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Muliadi, bersama Dirbinmas Polda Aceh, Kombes Donny Siswoyo.

Turun langsung melakukan penyisiran terhadap puluhan kendaraan yang terlantar akibat banjir di sepanjang jalur utama hingga kawasan SPBU Tanah Terban, Senin, 8 Desember 2025.

Penyisiran ini dilakukan menyusul beredar luasnya kabar di media sosial mengenai dugaan adanya mayat di dalam mobil-mobil yang terendam banjir.

Baca Juga: Air Bah Surut, Tangis Pecah di Lapas Sibolga: Keluarga Berebut Masuk di Hari Pertama Kunjungan

Dengan melibatkan puluhan personel kepolisian, tim bergerak menyusuri seluruh titik yang dipenuhi kendaraan yang ditinggalkan pemiliknya saat banjir melanda.

Satu per satu mobil diperiksa secara detail untuk memastikan kondisi di dalam kendaraan aman dan tidak ada temuan mencurigakan seperti yang ramai diberitakan warganet.

Proses pemeriksaan tersebut juga turut disaksikan langsung oleh sejumlah awak media guna memastikan transparansi dan menghindari munculnya informasi simpang siur.

Baca Juga: Wajib Tahu! Pemerataan Guru ASN di Mulai 2026, Pemerintah Siapkan Skema Khusus untuk Daerah Terpencil

Muliadi menegaskan bahwa dari seluruh rangkaian penyisiran yang dilakukan, tidak ditemukan satu pun mayat di dalam mobil, sebagaimana klaim yang beredar liar di berbagai platform media sosial.

“Setelah kita sisir dan cek sepanjang jalan hingga SPBU Tanah Terban, yang juga diikuti langsung oleh awak media, tidak ada mayat dalam mobil. Isu soal bau menyengat pun tidak benar. Yang ada hanya bau lumpur sisa banjir,” tegas AKBP Muliadi. Dilansir dari CNN Indonesia

Ia menambahkan, kabar bohong semacam ini sangat merugikan masyarakat karena memicu kepanikan dan memperburuk situasi pascabencana.

Baca Juga: Jelang Nataru, Pemkab Karawang Gelar Pangan Murah di Palumbonsari

Muliadi mengimbau warga agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terkonfirmasi dan selalu mengecek kebenaran berita melalui sumber resmi.

Pihak kepolisian juga memastikan bahwa seluruh kendaraan yang terlantar telah didata, dan pemiliknya akan diberi akses untuk mengevakuasi kendaraan begitu kondisi memungkinkan.

Langkah ini diambil untuk mencegah potensi kerusakan lebih lanjut sekaligus menghindari pencurian atau penyalahgunaan kendaraan di tengah kondisi darurat.

Baca Juga: Tahun 2026 jadi Tonggak Redistribusi Guru ASN, untuk Pemerataan Sekolah Negeri dan Swasta, Simak Penjelasannya

Selain membantah kabar hoaks, Kapolres menegaskan bahwa aparat tetap fokus membantu proses pemulihan wilayah terdampak banjir.

Mulai dari evakuasi, pengaturan arus lalu lintas, hingga pendataan kerusakan yang dialami warga.

Ia juga mengingatkan bahwa informasi akurat sangat penting dalam situasi krisis, terutama untuk mendukung koordinasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat.

Peristiwa banjir di Aceh Tamiang sendiri mengakibatkan akses transportasi di sejumlah titik lumpuh, membuat banyak pemilik mobil terpaksa meninggalkan kendaraannya di lokasi aman sebelum menyelamatkan diri.

Baca Juga: Jepang Dilanda Gempa Berkekuatan 7,5 Magnitudo, 30 Orang Luka-luka Saat Berusaha Menyelamatkan Diri

Kondisi inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan kabar bohong.

Hingga kini, polisi terus mendalami pihak yang pertama kali menyebarkan informasi sesat tersebut.

Muliadi menegaskan bahwa tindakan hukum dapat diambil bagi siapa pun yang dengan sengaja menyebarkan hoaks dan memperkeruh keadaan dalam situasi darurat.***