POJOKSATU.id, GARUT—Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan memimpin olah TKP kasus meninggalnya tiga warga Garut di Pesta Rakyat yang digelar di Pendopo Garut, Jumat (18/7).

Kapolda Jabar turun mencek gerbang utama tempat tragedi warga berkerumun dan berdesak-desakan yang menyebabkan 2 warga sipil dan 1 polisi meninggal.

Meninggalnya tiga warga ini sekaitan dengan pesta rakyat dari pernikahan putra Gubernur Jabar KDM dengan Wabup Garut Putri Karlina.

Kapolda menanyai petugas keamanan dari Polri dan Satpol PP Kabupaten Garut terkait sistem pengamanan selama pesta rakyat berlangsung.

Baca Juga: Ketua DPRD Demak Turun Langsung Bela ke Guru Madrasah yang Dituntut Rp25 Juta oleh Wali Murid, Zayinul Fata: Ini Orang Tua Kami

Menurut Kapolda, semua sudah dilakukan sesuai prosedur, baik dari perizinan, prediksi potensi kerawanan, hingga penempatan personel di lapangan.

Kapolda juga menanyakan kepada petugas di sana mulai perihal gerbang masuk dan keluar warga dari kawasan Pendopo, termasuk jalur kendaraan saat mobil ambulans membawa korban.

Ia mengatakan, penyelidikan yang dilakukan Kepolisian untuk mengungkap apakah ada unsur kelalaian atau tidak dalam kasus ini.

Polda Jabar juga ingin mengetahui siapa yang harus bertanggungjawab dalam peristiwa tewasnya tiga warga ini.

Baca Juga: Kabar Terbaru Korban Pesta Rakyat Garut, Keluarga KDM Santuni Rp 250 Juta, Dirawat Rp 10 Juta

"Secepatnya kita mengumpulkan informasi-informasi lain sehingga nanti adanya pemanggilan atau proses penyelidikan-penyelidikan kita sudah mempunyai data yang cukup," kata Kapolda dilansir Antara.

Menurut Kapolda, kegiatan ini sudah dijalankan sesuai dengan prosedur atau SOP.

"Ini sudah ditempuh sesuai dengan prosedur, dari bagian perizinan telah mengeluarkan perkiraan-perkiraan potensi-potensi gangguan yang akan terjadi dan sudah disiapkan penanggulangannya," katanya.

Tiga Orang Meninggal

Tiga orang meninggal dalam peristiwa ini. Dimana ada anak usia delapan tahun Vania Aprilia warga Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut yang meninggal.

Kemudian Dewi Jubaeda (61) seorang ibu rumah tangga dan seorang anggota Polres Garut Bripka Cecep Saeful Bahri (39).

Sementara Petugas RSUD dr Slamet Garut ditemui Sabtu (19/7) menyebutkan bahwa 8 orang masih dirawat di RSUD akibat pesta rakyat Garut.

Dimana 2 orang dirawat di IGD, sementara enam lainnya dirawat di ruang rawat inap Cangkuang.

“Mereka masih mengeluhkan sesak dan belum sepenuhnya pulih,” kata Firman.***