POJOKSATU.id, ACEH— Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah mengungkap sebanyak 85 anggota Polres Aceh Tamiang belum diketahui keberadaannya hingga Selasa (9/12/2025).
Personel ini belum melaporkan diri ke pimpinan mereka di Polres Aceh Tamiang. Kapolda sendiri tidak tahu apakah mereka meninggal, hilang atau bagaimana.
Kapolda menyebut, hingga wawancara berlangsung pada Selasa (9/12/2025), sebanyak 85 anggota Polres Aceh Tamiang masih belum melaporkan diri atau belum jelas keberadaannya.
“Sampai hari ini pun anggota saya belum terkumpul 85 orang. Laporan tadi malam kita update terus. Dari 569 di Aceh Tamiang, baru melaporkan diri, kurang lebih 85 orang belum melaporkan diri,” kata Kapolda Aceh Irjen Marzuki Alibasyah dalam wawancara dengan Serambi Indonesia, Selasa (9/12).
Baca Juga: Kapolda Ceritakan Detik-detik Masuki Aceh Tamiang Usai Banjir, Kota Lumpuh Orang Berdiri Kelaparan
“Kami tidak tahu hilang atau meninggal, bagaimana," katanya lagi.
“Yang 85 ini kami belum tahu (apakah meninggal atau tidak),” katanya dalam wawancara itu.
Disebutkan Kapolda, baju dinas anggotanya di Aceh Tamiang juga terbawa arus banjir. Dia sudah mengirimkan baju bekas kepada anggotanya yang tidak ada pangkat, hanya toh baju dinas.
“Kita kemarin kita kasih bantuan 600, baju kumuh, tidak ada nama, tidak ada pangkat. Yang penting bisa dipakai aja dulu,” kata mantan Kapolres Simalungun Sumut ini.
Sementara waktu jumpa Bupati Aceh Tamiang pertama kali, Bupati Armia Pahmi mengaku badannya bau karena empat hari tidak mandi.
Baca Juga: Gotong Royong ASN dan Warga Bogor Hasilkan Rp1,2 Miliar Bantuan untuk Korban Bencana Aceh–Sumatera
Salah satu daerah terparah dilanda banjir bandang adalah Kabupaten Aceh Tamiang. Daerah ini terisolir hampir satu minggu. Ibu kota lumpuh akibat terjangan banjir.
Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah menjadi pejabat pertama yang menerobos keterisoliran Aceh Tamiang pada Senin (1/12) siang.
Dalam wawancara di Serambi Indonesia, Kapolda juga mengklarifikasi isu tentang mayat dalam mobil yang viral.
Kapolda membenarkan mayat itu memang ada. Pertama, mayat warga korban musibah. Kedua, mayat yang terbawa dari rumah sakit dalam hal ini RSUD Aceh Tamiang.
“Rumah sakit lantai satunya tenggelam, pasien hilang semua. Dokter pun sibuk menyelamatkan keluarganya,” ujarnya.
Ia mengatakan, mayat yang ditemukan di berbagai titik sebagian sudah dimakamkan dan sebagian diambil sampel DNA untuk identifikasi.
“Di mana mau kebumikan? Air masih di mana-mana. Siapa mau kebumikan? Pemerintahannya lumpuh," ungkapnya.
Tetap Buka Pelayanan
Polres Aceh Tamiang memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan meski masih dalam masa pemulihan pascabencana banjir.
Seluruh layanan sementara dipusatkan di Posko Tanggap Darurat yang didirikan tepat di depan Mapolres Aceh Tamiang.
Wakapolda Aceh, Brigjen Ari Wahyu Widodo menyampaikan bahwa, pihaknya akan berkomitmen menjaga keberlangsungan pelayanan publik sekaligus memberikan dukungan kemanusiaan bagi warga terdampak.
"Kondisi darurat tidak menghambat fungsi pelayanan kepolisian. Di posko tersebut, masyarakat dapat tetap mengakses berbagai layanan kepolisian, termasuk informasi, pengaduan, dan kebutuhan lainnya," kata Brigjen Ari Wahyu Widodo, dalam konferensi pers, Senin (8/12).
Polres Aceh Tamiang juga tetap menerima dan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat, baik terkait keamanan, kehilangan barang, maupun kejadian lain yang membutuhkan respons cepat.***




