POJOKSATU.id, BANJARMASIN-- Kapal Virgo Transport 8 yang membawa 243 penumpang hilang kontak atau tenggelam di perairan Laut Jawa dekat Banjarmasin, Minggu (13/9).

Sebanyak 103 penumpang berhasil dievakuasi dengan kondisi satu orang meninggal dunia. Sementara sisanya 140 orang lagi masih hilang atau belum ditemukan.

Kapal Virgo Transport 8 menempuh rute Surabaya-Banjarmasin dan hilang kontak di perairan Laut Jawa. Kapal sempat melaporkan menghadapi cuaca buruk.

"Dilaporkan info awal operasi SAR kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 hilang kontak di Laut Jawa, Provinsi Kalimantan Selatan," kata Kabasarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii kepada wartawan, Minggu (13/9/2026).

Baca Juga: Kreasi Seni Hadroh Dinilai Jadi Budaya dan Nilai Spiritual Bagi Generasi Muda

Titik koordinat Kapal Virgo hilang koordinat berada di 4°31'51.82"S 114° 2'6.88"E Heading 203.94°, jarak tempuh sekitar 80 nautical mile dari Dermaga SAR Basirih Banjarmasin, waktu tempuh sekitar 5 jam.

Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Banjarmasin, I Putu Sudayana, menjelaskan perkembangan pencarian dan penyelamatan penumpang dari Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak saat menuju Banjarmasin.

Dia menyebutkan ada 103 orang yang sudah terevakuasi dengan kondisi salah satu korban meninggal.

"Sampai dengan pukul 12.00 (Wita), upaya pencarian korban telah kami laksanakan dengan maksimal. Ada penumpang-penumpang yang sampai pukul 12.00 sudah berhasil terevakuasi. Kami informasikan bahwa penumpang kapal yang terevakuasi berjumlah 103 orang," ujar Putu dalam konferensi pers yang disiarkan langsung, Minggu (13/9/2026).

Baca Juga: Cicak Sering Berkeliaran di Plafon dan Dinding? Ini Cara Mengusirnya dari Rumah

Dia mengatakan penumpang yang terevakuasi itu dibawa dengan beberapa kapal. Dia menyebutkan salah satu kapal, yakni TB Mauhaw IX atau MT Mauhau, mengangkut 16 orang penumpang Kapal Virgo Transport 8 dengan kondisi 15 orang selamat dan satu orang meninggal.

Dia mengatakan, berdasarkan informasi awal yang diterima pihaknya, Kapal Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang. Dia mengatakan informasi masih bersifat dinamis dan dapat berubah seiring proses evakuasi berjalan.***