POJOKSATU.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi upaya pemerintah meningkatkan kesehatan peserta didik justru berubah menjadi malapetaka di Sukabumi.
Sebanyak 10 orang guru dan siswadilaporkan keracunan usai menyantap menu MBG yang berisi tahu diduga berjamur.
Peristiwa ini sontak membuat warga geger dan menimbulkan sorotan tajam terhadap mutu penyelenggaraan program tersebut.
Baca Juga: Mantan Hakim Agung Sebut Gugatan CMNP terhadap Hary Tanoe Memiliki Dasar Hukum
Kasus ini mencuat setelah sejumlah siswa dan guru di wilayah Kecamatan Simpenan mengalami mual, muntah, lemas, hingga sesak napas beberapa saat usai menyantap menu MBG.
Para korban langsung dilarikan ke Puskesmas Simpenan untuk mendapatkan penanganan medis.
Hingga kini, jumlah korban tercatat sebanyak 10 orang yang harus mendapat perawatan intensif.
Baca Juga: Curah Hujan Tinggi di Bogor, Kali Bekasi Meluap Rendam Sejumlah Wilayah Bekasi
Dikutip Pojoksatu.id dari laporan DetikJabar, pihak puskesmas mengonfirmasi bahwa seluruh korban mengalami gejala keracunan makanan.
Dalam pemeriksaan awal, menu MBG yang dikonsumsi para korban berisi tahu dengan kondisi tidak normal, berbau menyengat, dan diduga telah berjamur.
Tak hanya siswa yang terdampak. Seorang guru dilaporkan mengalami keracunan setelah mencicipi menu MBG lebih dulu sebelum dibagikan kepada murid-muridnya.
Baca Juga: Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Gadget pada Anak serta Tips Penggunaan yang Sehat
Uji cicip itu dilakukan untuk memastikan kelayakan makanan, namun justru berujung pada kejadian tak terduga.
Inspeksi lapangan dilakukan untuk memastikan penyebab utama keracunan.
Petugas puskesmas, didampingi unsur pemerintah kecamatan, menelusuri kondisi penyimpanan makanan, ketahanan bahan baku, dan higiene dapur penyedia MBG.
Hingga kini, penyelidikan mendalam masih berlangsung untuk memastikan faktor pemicu keracunan massal tersebut.
Kasus ini menambah daftar panjang sorotan terhadap kualitas makanan dalam penyelenggaraan MBG di berbagai daerah.
Baca Juga: Mantan Hakim Agung Sebut Gugatan CMNP terhadap Hary Tanoe Memiliki Dasar Hukum
Warga mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh, terutama terkait standar kelayakan makanan serta pengawasan distribusi agar kejadian serupa tidak terulang.
Program gizi yang seharusnya menyehatkan kini justru menjadi momok bagi orang tua dan tenaga pendidik di Sukabumi.
Pemerintah daerah diminta bertindak cepat dan transparan untuk menjawab keresahan masyarakat.***




