POJOKSATU.id - Penyebab kematian Aldi Nababan atau Aldi Sahilatua Nababan hingga kini belum diketahui pasti.
Demikian juga apakah kasus Aldi Nababan itu bunuh diri atau kasus pembunuhan.
Akan tetapi spekulasi dan asumsi sudah bermunculan setelah kasus Aldi Nababan ramai dan viral di media sosial.
Baca Juga: Ditetapkan Tersangka, Firli Bahuri Akan Lakukan Perlawanan ke Polda Metro Jaya
Aldi tercatat merupakan mahasiswa Elizabeth International Hotel & Business School Bali.
Mahasiswa perhotelan itu ditemukan tewas di kamar kosnya, dalam kondisi tergantung dan dengan jenazah sudah membusuk.
Aldi ditemukan tewas pada Sabtu 18 November 2023 di kamar kos nomor 10 sekitar pukul 08.30.
Baca Juga: Aktor Hollywood Jamie Foxx Digugat, Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual di Bar
Di Jalan Bypass Ngurah Rai, Gang Kunci Nomor 23, Benoa, Kuta Selatan, Badung, Bali.
Dugaan sementara, Aldi Nababan tewas karena bunuh diri.
Akan tetapi pihak keluarga dari Tapanuli Utara menduga Aldi adalah korban pembunuhan.
Itu lantaran Aldi Nababan atau Aldi Sahilatua Nababan ditemukan dengan alat kelamin pecah.
Saat ini polisi masih menunggu hasil otopsi yang dilakukan tim dokter RS Bhayangkara Medan.
Terlepas dari penyebab kematian Aldi, Elizabeth International Hotel & Business School Bali buka suara.
Director of QA & Operation Ezzy Group Elizabeth Internasional, Diah Suryandari menerangkan, Aldi Nababan merupakan mahasiswa jurusan Double Major Room Division.
Aldi mulai berkuliah pada Januari 2022 dan sempat magang atau training di salah satu hotel Juni 2022-Desember 2022.
"Jadi kuliahnya 2 semester (satu tahun), dia memang kuliah di kampus Denpasar, hanya saja tinggal dan magang di Kuta Selatan," ujar Diah, Kamis 23 November 2023, dikutip Pojoksatu.id dari Bali Express.
Setelah magang, setiap mahasiswa termasuk Aldi wajib membuat laporan akhir sebelum wisuda.
Akan tetapi jelang kelulusan, Aldi mengajukan cuti pada 19 Desember 2022 lalu.
Formulir cuti tersebut ditandatangani Aldi dan orangtuanya.
Karena itu kelulusan Aldi Nababan akhirnya harus ditunda sampai Desember 2023 ini.
Diah mengaku, kampus tak mengetahui kendala apa yang dihadapi Aldi saat itu sampai mengajukan cuti.
Diah menjelaskan, setiap mahasiswa yang belum menuntaskan studinya, bisa mengajukan cuti dua semester atau satu tahun.
Baca Juga: Daftar Lengkap Year End Billboard Charts 2023 Member BTS, Jimin Paling Banyak Entri
Sejak saat itu Aldi nonaktif di kampus dan tidak ada berkomunikasi sama sekali dengan pihak kampus.
"Karena memang kewajiban dan haknya terkait kampus lepas selama cuti," bebernya.
Karena itu, kampus juga tidak mengetahui persis situasi dan kondisi ataupun masalah yang dihadapi Aldi selama cuti tersebut.
Diah juga menceritakan, Aldi merupakan mahasiswa yang dikenal baik, pendiam dan tak memiliki masalah apapun.
"Beberapa pengajar kami mengatakan dan teman-temanya bahwa Aldi ini termasuk anak yang baik, pendiam, dan bukan mahasiswa yang memiliki masalah," ujar dia.
Yang terjadi kemudian, kampus mendapat kabar soal kematian salah satu mahasiswanya itu.
Baca Juga: Iklan Prabowo di TV Ada Gambar Anak- Anak, Begini Analisa Pengamat Hukum Soal Pelanggaran UU Pemilu
Kabar itu bermula ketika ada pihak yang menanyakan nomor telepon orangtua Aldi.
Awalnya kampus belum yakin soal berita kematian mahasiswa tersebut.
Kemudian pihak kampus menghubungi orangtua korban dan berkomunikasi dengan saudaranya untuk memastikan, sekaligus mengucapkan duka cita.
Baca Juga: Ratusan Pengemudi Taksi dan Ojek Online Demo di Kantor Dishub Karawang
Hanya saja berita soal kematian yang dinilai janggal baru diketahui setelah viral di media sosial.
Diah mengaku tak mengetahui pasti bagaimana kronologi dan penyebab kematian korban.
Baca Juga: Syamsuddin Alimsyah: Frli Bahuri Lebih Sadih, Lebih Jahat dari Koruptor!
Diah juga menyatakan kampus tidak ingin berasumsi terkait penyebab kematian Aldi Nababan apakah bunuh diri atau dibunuh.
"Kampus Elizabeth Internasional menyerahkan sepenuhnya ke kepolisian. Kami tidak berhak memberikan statement apapun berkaitan dengan kejadian ini," tegasnya.***




