POJOKSATU.id, SIDOARJO — Kalapas Klas II A Sidoarjo, Prayogo, mengungkap kondisi terbaru Masriah, ibu-ibu yang menyiram tinja dan air kencing ke rumah tetangganya.

Di Lapas Klas II A Sidoarjo, Masriah, ditempatkan di sel khusus yakni sel karantina.

Masriah diserahkan oleh Kejari Sidoarjo setelah divonis hakim pada 31 Mei 2023 lalu selama 1 bulan penjara.

Kalapas menyebut Masriah saat ini dalam kondisi sehat dan setiap pagi terpantau biasa berjemur. Kondisinya sehat sama seperti tahanan baru lainnya.

Untuk sementara dia tidak ditempatkan menjadi satu dengan para napi lainnya. Masriah masih ditempatkan di sel karantina selama 14 hari.

Prayogo mengungkap, Masriah tetap mendapat pengawasan. Meski beda sel, dia tetap diperlakukan sama seperti tahanan lain. Sejauh ini, Masriah belum boleh dijenguk orang.

Kesehatannya setiap hari dikontrol oleh petugas jaga di blok wanita. Dan yang bersangkutan hanya diizinkan menjemur badan setiap pagi, serta masih dilarang untuk dibesuk.

Sama seperti tahanan lainnya, Masriah mengikuti kegiatan olahraga senam pagi seminggu dua kali dan kegiatan keagamaan lainnya.

"Setelah menjalani karantina, Masriah baru mengikuti kegiatan-kegiatan di Lapas. Hingga saat ini kondisinya sehat, apabila Masriah sakit sudah ada dokter Lapas yang siaga," kata Prayogo.

Sementara itu, Aji, keponakan Masriah mengatakan bahwa sebenarnya lingkungan keluarga Masriah sudah berkali-kali mengingatkan bahwa apa yang dilakukan tidak benar.

Tapi Masriah memang tidak pernah peduli.

"Memang orangnya wataknya keras. Kalah suaminya itu. Sebenarnya suaminya sudah sering melarang dia melakukan hal-hal seperti itu. Tapi Masriah tidak peduli. Suaminya sendiri sudah tidak berani mengingatkan," kata Aji, Senin (5/6/2023).

Suami Masriah bekerja sebagai sopir. Lantaran sering berkeliling mengantarkan barang, suaminya jarang pulang ke rumah. Setidaknya pulang 2 minggu sekali. (ikror/pojoksatu)