POJOKSATU.id, MEDAN - Petugas Kelompok Terbang (Kloter) diharapkan mampu memahami situasi dan kondisi juga informasi terkini yang ada di tanah suci, khususnya tentang pelayanan terhadap jemaah.
Hal ini disampaikan Ketua Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji Embarkasi Medan yang juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi, S.Ag, MM.
Para petugas, kata Kakanwil yang terdiri dari ketua, pembimbing, tim kesehatan, petugas haji daerah, karu, dan karom terus berinteraksi dengan jemaah agar jemaah tidak bingung ketika berada di sana.
“Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh petugas kloter. Misalnya kondisi cuaca yang panas. Informasi yang didapat saat ini Kota Madinah dan Mekkah mencapai 43 derajat. Sampaikan kepada jemaah untuk menjaga kondisi tubuhnya. Tim kesehatan sudah memberikan perlengkapan saat di penerimaan, maka digunakan untuk mengantisipasi kondisi badan lemah,” ucap Kakanwil di Asrama Haji Medan, Selasa (6/6/2023).
Ia juga mengatakan agar jemaah makan secara teratur serta minum air. Ia mengatakan banyak penyakir dan keluhan yang timbul akibat dehidrasi di cuaca panas itu.
BACA JUGA: 19 Orang Calhaj Asal Tebing Tinggi Berada di Kloter 14 Embarkasi Medan, 3 Diantaranya Lansia
“Makan yang teratur. Petugas kita di sana sudah menyiapkan makanan pagi siang dan malam. Istirahat yang cukup. Jangan terlalu menghabiskan energi untuk yang bukan rukunnya kalau kita sadar tubuh kita tidak sanggup,” lanjut Qosbi.
Ia juga mengatakan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan layanan bus Shalawat yang akan mengantar jemaah dari hotel di Makkah menuju Masjidil Haram, pergi pulang. Layanan ini beroperasi selama 24 jam secara shuttle untuk memudahkan jemaah dalam menjalani ibadah. Untuk itu, petugas kloter dan jemaah harus memahaminya agar tidak salah jalan.
“Tahun ini, bus-bus shawalat yang melayani Jemaah di Mekkah berwarnan hijau dan kuning. ntuk memudahkan jemaah mengenali, setiap bus dipasang stiker dengan desain dan warna yang berbeda-beda. Stiker itu berisi informasi rute, nomor rute, dan warna rute. Petugas di sana juga sudah menyiapkan format stiker untuk memudahkan jemaah. Jika ada jemaah yang tidak bisa membaca tulisan rute, bisa mengingat nomor atau warna. Jadi, para Jemaah harus mengenali bus shawalatnya dengan baik,” ungkap Kakanwil.
Petugas kloter juga diminta untuk memahami mana yang menjadi tugas PPIH dan mana pelayanan yang dikelola bukan petugas.
“Kita harus paham mana tugas dari PPIH dan ada layanan yang diberikan oleh pihak sana. Tentu pelayanan yang bukan dari kita ada harga yang harus dibayar jemaah. Maka tolong ingatkan jemaah akan hal tersebut. Misalnya sewa skuter saat tawaf. Itu dikelola pihak Masjidil Haram. Nanti jemaah menganggap itu dari kita juga, kasian petugas nanti yang membayarnya,” ucap Kakanwil.
Tarif sewa layanan skuter dan kursi roda di Masjidil Haram, untuk kursi roda, tarif paket Tawaf dan Sai: SR200/orang, Tawaf saja SR100/orang, Sa'i saja SR100/orang. Untuk tarif Skuter 1 Orang, paket Tawaf dan Sai: SR115/orang, Tawaf saja: SR57,5/orang, dan Sa'i saja: SR57,5/orang. Sementara tarif untuk Skuter 2 orang, layanan paket Tawaf dan Sai: SR230, Tawaf saja: SR115, dan Sai saja: SR115
“Jangan sungkan minta bantuan petugas di sekitar Masjidil Haram bila ingin menyewa skuter maupun kursi roda. Pastikan penyewaan itu oleh petugas resmi Masjidil Haram. Abaikan bila ada orang yang mengaku tapi tidak dapat menunjukkan identitas resmi,” ujar Ketua PPIH. (TIK/pojoksatu)
BACA JUGA: Ini Penampakan Jemaah Haji Tertua Se Indonesia, Di Usianya ke 117 Masih Tampak Bugar Menunaikan Ibadah Haji




