POJOKSATU.id, Kota Samarinda - Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, berpesan kepada seluruh anggota kafilah Jawa Barat untuk menjaga kesehatan dan kebahagiaan selama mengikuti Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXX/2024 di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Pesan ini disampaikan Herman saat briefing pagi di basecamp Kafilah Jabar, Hotel Aston Samarinda, Senin (9/9/2024).
"Jaga kesehatan, perhatikan asupan makanan, pastikan semua dalam kondisi sehat, cukup istirahat, dan jangan begadang. Yang penting, semua harus bahagia," ujar Herman.
Herman menekankan pentingnya disiplin bagi para qari dan qariah yang menjadi ujung tombak Jawa Barat dalam memberikan performa terbaik.
Baca Juga: Ini Agama dan Instagram Winson Reynaldi, You Tuber yang Buat Lelucon Seperti Paus Fransiskus
"Performa terbaik dimulai dari datang tepat waktu ke venue. Disiplin waktu adalah kunci sukses," tegasnya.
Meski berada di medan kompetisi, Herman mengingatkan bahwa prestasi bukanlah tujuan utama.
"Yang terpenting adalah bagaimana kita membumikan nilai-nilai Al-Quran kepada masyarakat," tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kondisi fisik dan psikologis anggota kafilah, yang menjadi tanggung jawab ofisial, pendamping, dan tim kesehatan.
"Pastikan anak-anak peserta MTQ mendapatkan perhatian penuh, termasuk kondisi psikologis mereka," kata Herman.
Baca Juga: Yasonna Laoly Anggap Laporan Polisi Soal Ketum PDIP Megawati Mengada-ada
Plh Asda I Setda Jabar, Dodo Suhendar, menambahkan bahwa kehadiran Sekda Jabar pada upacara pembukaan MTQ pada Minggu (8/9/2024) malam menjadi dorongan semangat bagi Kafilah Jabar untuk meraih gelar juara umum.
"Dengan begitu, kita bisa membanggakan orang tua, keluarga, dan tentu saja mengharumkan nama Jawa Barat," ujarnya.
Kafilah Jabar di MTQ Nasional XXX/2024 terdiri dari 160 personel, termasuk 74 qari-qariah, 10 pendamping, 30 pembina, serta ofisial yang melibatkan tim kesehatan.
Mereka akan berkompetisi dalam berbagai kategori, seperti Tilawah Al-Quran, Tahfiz Al-Quran, Tafsir Al-Quran (Bahasa Arab, Indonesia, dan Inggris), Fahmil Al-Quran (cerdas cermat), Syahrir Al-Quran (pidato), serta kaligrafi dan karya tulis ilmiah Al-Quran.
Sejak pertama kali digelar pada tahun 1968, Jawa Barat telah menjadi juara umum MTQ Nasional sebanyak enam kali, yaitu pada tahun 1977, 1979, 1991, 2000, 2003, dan 2010.
Pada MTQ Samarinda ini, Jawa Barat mengusung misi untuk meraih gelar juara umum ketujuh kalinya, sekaligus menyamai rekor DKI Jakarta.***




