POJOKSATU.ID - Pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep soal keinginannya menjadikan Jawa Tengah sebagai kandang Gajah pada Pemilu 2029 langsung memantik perhatian.

Maklum, selama ini provinsi tersebut dikenal luas sebagai basis kuat PDI Perjuangan.

Tidak butuh waktu lama, respons pun datang dari Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto.

Baca Juga: Satu Akun Bisa Pakai Promo Berapa Kali? Ini Aturan Voucher Tambah Daya PLN 2026

Namun alih-alih bereaksi keras, Hasto justru menanggapinya dengan nada tenang dan santai.

Ia menegaskan, pemilu masih jauh dan tidak ada satu pun partai yang bisa mengklaim wilayah tertentu sebagai miliknya.

“Pemilu masih panjang. Rakyat yang menentukan, yang punya kedaulatan,” ujar Hasto saat (Rakernas) I PDIP, dikutip pojoksatu.id dari instagram @sindonews (10/1/2026).

Baca Juga: Seleksi PPG Guru Tertentu Disorot, Lulusan Baru Bisa Lolos, Validasi Data Lemah, Pemerintah Perlu Perketat Sistem

Jawa Tengah memang punya posisi khusus dalam peta politik nasional.

Dalam beberapa pemilu terakhir, daerah ini konsisten menjadi lumbung suara PDIP hingga dijuluki sebagai kandang Banteng.

Dominasi tersebut bukan terjadi dalam semalam, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan kerja politik di akar rumput.

Baca Juga: Terungkap! Ini Alasan Batas Usia CPNS hanya Sampai 35 Tahun, Karena Dikaitkan Masa Kerja dan Hak Pensiun, Simak Penjelasannya

Hasto menegaskan, dalam sistem demokrasi, suara rakyat tidak bisa dikunci hanya lewat simbol, jargon, atau klaim politik sepihak.

Menurutnya, setiap partai memiliki hak yang sama untuk berkompetisi dan meyakinkan pemilih, termasuk PSI yang kini mulai agresif memperluas pengaruhnya.

“Silakan semua partai berjuang. Itu wajar dalam demokrasi,” kata Hasto.

Baca Juga: Heboh Foto dr Richard Lee Bersama Cewek di Restoran, Sang Istri Pasang Badan, Tegaskan Suaminya Tak Selingkuh

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kedekatan PDIP dengan masyarakat Jawa Tengah dibangun melalui konsistensi dan kerja nyata.

Bagi PDIP, kepercayaan publik tidak lahir dari slogan, melainkan dari keberpihakan dan kehadiran kader di tengah masyarakat.

“Yang penting itu konsistensi kerja politik, keberpihakan kepada rakyat, dan kehadiran nyata di lapangan,” ujarnya.

Baca Juga: WASPADA! TPP ASN Teluk Bintuni Kini Ditentukan oleh Kehadiran melalui Sistem Absen Elektronik

Pernyataan Kaesang soal “kandang Gajah” sendiri dipandang sebagai bagian dari strategi politik PSI dalam membangun identitas dan memperkuat basis pemilih menjelang Pemilu 2029.

Dalam beberapa waktu terakhir, PSI memang gencar mempromosikan simbol gajah sebagai ikon pergerakan partai.

Di sisi lain, Jawa Tengah tetap menjadi medan pertarungan politik yang menarik. Selain memiliki jumlah pemilih besar, provinsi ini juga menyimpan sejarah politik yang kuat dan dinamis.

Baca Juga: Diduga Chat Jule Ngaku Alami KDRT, Daehoon: Saya Bukan Orang Sempurna, Tapi Tak Pernah Sekalipun Melakukan Tindakan Memalukan

Tak heran jika banyak partai mulai memanaskan mesin lebih awal, meski pesta demokrasi masih beberapa tahun lagi.

Hasto menegaskan partainya tidak alergi terhadap kompetisi, selama dilakukan secara sehat dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Pada akhirnya, rakyat yang akan menilai siapa yang layak dipercaya,” tutup Hasto.

Dengan sikap tersebut, PDIP seolah ingin menegaskan bahwa peta politik tidak ditentukan oleh simbol semata.

Di Jawa Tengah maupun daerah lain, suara rakyat tetap menjadi penentu akhir, bukan sekadar label kandang siapa pun.***