Pengaca sekaligus kader PSI, Muannas Alaidid blak- blakan perihal ditungganginya kasus Ade Armando yang menyatakan dinasti politik sesungguhnya ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Muannas Alaidid menyebut kadus Ade Armando itu ditunggangi oleh salah satu pendukung Ganjar Pranowo bernama Widihasto Wasana Putra dengan nama akun instagram @hastoprakosa.
"Jelas ditunggangi si @hastoprakosa pendukung paslon lain peristiwa ini," kata Muannas di akun instagramnya dikutip, Selasa (5/12/2023).
Baca Juga: Berikut, 7 Game yang Akan Rilis di Bulan ini
Kendati demikian, Muannas yakin dengan kejadian Ade Armando, elektabilitas PSI akan semakin populer dan tinggi.
"PSI semoga gegeran justru ucapin terimakasih partai jadi makin populer," tuturnya.
Selain itu, kader PSI ini juga mengajak masyarakat agar jangan mudah terprovikasi, kendati setiap pendukung beda pilihan namun yang terpenting tetap menjaga persatuan.
Baca Juga: Curhat Rizky Billar, Kesal dengan Oknum Fans yang Memprovokasi hingga Membatasi Ruangnya untuk Berkarya sebagai Musisi
Apalagi, kata dia, Ade Armando sendiri sudah melayangkan permintaan maaf kepada masyarakat Yogyakarta.
"Sudahlah jangan saling provokasi kita ciptakan pemilu tahun 2024 yang damai. Meski beda pilihan apalagi Ade Armando sudah minta maaf naikin elektabilitas gak iseng juga ngompori," tuturnya.
Sebelumnya, Ade Armando mengeluarkan kalimat kontroversial saat dirinya melontarkan kritik terhadap aksi mahasiswa yang membawa isu politik dinasti.
Baca Juga: Polisi Geledah Apartemen Firli Bahuri di Darmawangsa, Pintu Akses Utama Langsung Dijaga Ketat
Politikus PSI itu menyayangkan bahwa menurutnya isu yang disuarakan oleh mahasiswa justru terjadi di Yogyakarta.
"Ini ironi sekali karena mereka justru sedang berada di sebuah wilayah yang jelas-jelas menjalankan politik dinasti, dan mereka diam saja,” kata Ade Armando melalui medsos X pribadinya @adearmando61.
“Anak-anak BEM ini harus tahu dong kalau mau melawan politik dinasti, ya politik dinasti sesungguhnya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta, gubernurnya tidak dipilih melalui pemilu, gubernurnya adalah Sultan Hamengku Buwono ke-X yang menjadi gubernur karena garis keturunan," katanya.
Baca Juga: Senam Bersama Pemuda Gowa Ganjar Kuatkan Pemenangan Ganjar-Mahfud di Bumi Sulawesi
Namun kekinian pegiat media sosial sekaligus politikus PSI Ade Armando meminta maaf usai menyatakan dinasti politik sesungguhnya ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Adapun permintaan maaf Ade Armando disampaikan lewat unggahan video dalam akun X (Twitter) @adearmando61, Minggu (3/12) tengah malam.
"Melalui video ini, saya ingin mengajukan permintaan maaf sebesar-besarnya, seandainya video saya yang terakhir soal politik dinasti telah menimbulkan ketersinggungan dan kegaduhan terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta," kata Ade. ***



