POJOKSATU.id - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat mulai memberikan dampak terhadap aktivitas transportasi udara.

Gangguan tersebut terjadi karena kabut asap menurunkan jarak pandang di sekitar bandara hingga kondisi dinilai tidak memungkinkan untuk penerbangan.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan sejumlah penerbangan di Kalimantan Barat terpaksa dibatalkan akibat kondisi tersebut.

“Memang tadi seperti di Kalimantan Barat, ada pembatalan penerbangan karena asap di sana sudah cukup mengganggu jarak pandang,” kata Dudy pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Baca Juga: Kemenhut Segel Lokasi Kebakaran Hutan di Sumsel, Penyebab Api Masih Didalami

Menurut Dudy, kondisi jarak pandang yang terganggu menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan keamanan operasional penerbangan.

Ia menyebut Bandara Supadio menjadi salah satu titik yang terdampak. Namun, Dudy belum menyampaikan secara rinci jumlah penerbangan yang mengalami pembatalan.

“Wah, saya belum di-update. Berapa ada, nanti kita lihat kondisinya,” ujar Dudy pada Jumat, 21 Agustus 2026.

 

Maskapai Diminta Pantau Informasi BMKG

Menghadapi kondisi tersebut, Kementerian Perhubungan meminta maskapai penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan perkembangan cuaca.

Dudy mengimbau seluruh maskapai untuk rutin memantau informasi yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terutama terkait jarak pandang dan kondisi cuaca di sekitar bandara.

“Ya kita mengingatkan kepada seluruh airline untuk berhati-hati, selalu memonitor informasi dari BMKG terkait dengan cuaca. Itu yang paling penting,” kata Dudy pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Baca Juga: Kemarau Panjang 2026 Picu Kebakaran Lahan Lebih 1.000 Hektar di Pulau Jawa, Ini Daftarnya

Gangguan penerbangan ini menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kualitas udara, tetapi juga mulai merambah sektor transportasi.

Sebelumnya, kabut asap juga tercatat mengganggu penerbangan di sejumlah bandara di Kalimantan Barat.

Pada 16 Agustus 2026, seluruh jadwal penerbangan di Bandara Singkawang dibatalkan setelah jarak pandang turun akibat kabut asap tebal.

Kondisi serupa juga terjadi di Bandara Rahadi Oesman Ketapang. Jarak pandang pada pagi hari sempat berada di kisaran 400 hingga 800 meter sehingga sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan.

Baca Juga: Kualitas Udara Memburuk akibat Asap Pembakaran Hutan? Lakukan 6 Hal Ini

Sementara itu, data yang dihimpun sebelumnya menunjukkan Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah dengan luasan karhutla terbesar di Indonesia sepanjang 2026.

Hingga Januari-Juli 2026, luas areal terbakar di Kalimantan Barat tercatat mencapai 28.216,31 hektare.

Dengan kondisi kabut asap yang masih berpotensi mengganggu jarak pandang, masyarakat yang hendak bepergian melalui jalur udara di Kalimantan Barat diimbau memantau informasi terbaru dari maskapai dan pihak bandara.***