POJOKSATU.id — Kondisi penerbangan di Indonesia pada Sabtu, 29 Agustus 2026, masih mendapat dampak dari kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah, khususnya di Kalimantan.

Gangguan terhadap penerbangan terutama disebabkan oleh kabut asap yang menurunkan jarak pandang di sekitar bandara.

Situasi tersebut dapat memengaruhi proses lepas landas maupun pendaratan pesawat sehingga sejumlah penerbangan harus mengalami keterlambatan.

Salah satu wilayah yang terdampak adalah Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Kucing Liar Sering BAB di Depan Rumah? Tanam 5 Tanaman Ini

Kabut asap yang menyelimuti kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor pada Sabtu pagi membuat sejumlah penerbangan mengalami penundaan.

Hingga sekitar pukul 10.00 WITA, sedikitnya lima penerbangan dilaporkan terdampak akibat jarak pandang yang terbatas.

Setelah kondisi mulai membaik, sebagian penerbangan kembali dapat dilayani.

Gangguan serupa juga terjadi di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kabut asap karhutla mulai terasa di wilayah tersebut pada Sabtu pagi dan turut memengaruhi aktivitas penerbangan.

Sedikitnya dua penerbangan sempat mengalami keterlambatan akibat kondisi tersebut.

Baca Juga: MK Hapus Pasal Penghinaan Pemerintah dalam KUHP, Kritik Warga Kini Lebih Terlindungi

Meski demikian, gangguan penerbangan tidak terjadi secara merata di seluruh bandara di Kalimantan.

Sejumlah bandara di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara masih dapat beroperasi secara normal.

Namun, kondisi di lapangan tetap dipantau karena jarak pandang dapat berubah mengikuti perkembangan kabut asap dan kondisi cuaca.

Kabut asap menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam operasional penerbangan karena jarak pandang merupakan aspek penting, terutama ketika pesawat melakukan pendekatan untuk mendarat dan saat lepas landas.

Apabila jarak pandang berada di bawah batas keselamatan yang ditetapkan untuk suatu kondisi operasional, maskapai dan pengelola penerbangan dapat melakukan penundaan.

Baca Juga: Kenalkan Homecare, Gus Fawait Ajak Komut Pegadaian Blusukan Bawa Nakes ke Rumah Lansia di Pelosok Jember

Dalam kondisi tertentu, penerbangan juga dapat dialihkan ke bandara lain atau dibatalkan.

Dampak karhutla terhadap penerbangan di Kalimantan sebenarnya sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Pada 21 Agustus 2026, misalnya, kabut asap juga sempat mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Supadio Pontianak.

Saat itu, jarak pandang sempat turun hingga di bawah 1.000 meter.

Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan dan terdapat penerbangan yang harus dialihkan.

Baca Juga: Mengenang Topan Srimulat, Pelawak Senior yang Berkarier di TV hingga Film

Sementara itu, pada 26 Agustus 2026, sebanyak 10 penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor dilaporkan terdampak kabut asap akibat karhutla.

Jumlah tersebut terdiri dari enam penerbangan keberangkatan dan empat penerbangan kedatangan.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat yang hendak melakukan perjalanan menggunakan pesawat dari atau menuju wilayah terdampak karhutla pada 29 Agustus 2026 disarankan memperhatikan informasi terbaru dari maskapai dan pengelola bandara.

Kondisi penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti jarak pandang, arah angin, cuaca, serta perkembangan kabut asap di sekitar bandara.

Untuk saat ini, dampak karhutla terhadap penerbangan belum menyebabkan aktivitas penerbangan nasional lumpuh.

Gangguan masih bersifat lokal dan terutama terjadi di sejumlah bandara yang berada di wilayah dengan paparan kabut asap.***