POJOKSATU.ID - Rentetan aksi pencurian kabel dan komponen listrik milik PLN kembali meresahkan warga Banda Aceh dan Aceh Besar.
Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, belasan gardu distribusi dilaporkan menjadi sasaran pencurian, yang berujung pada terganggunya pasokan listrik hingga pemadaman di sejumlah wilayah.
Data internal PLN mencatat, sedikitnya 13 kasus pencurian gardu distribusi terjadi sejak akhir November hingga pertengahan Desember 2025.
Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks ini ==> Gerakan Anak Negeri
Modus yang digunakan para pelaku relatif sama, yakni membongkar kabel listrik berbagai ukuran yang terpasang di gardu maupun jaringan distribusi.
Kasus ini pertama kali terdeteksi pada 28 November 2025 di wilayah Aceh Besar.
Dua desa di Kecamatan Lhoknga, yakni Desa Pantai Lampuuk dan Meunasah Balee Lampuuk, menjadi lokasi awal aksi pencurian yang menyebabkan gangguan kelistrikan bagi warga sekitar.
Baca Juga: Viral Kakek Sakit Terpaksa Naik Excavator Gara-gara Jalan Rusak, Videonya Bikin Haru
Aksi serupa kembali terjadi pada 5 Desember 2025, kali ini menyasar wilayah Kota Banda Aceh.
PLN mencatat pencurian berlangsung di Desa Tibang (Kecamatan Syiah Kuala), Desa Beurawe (Kecamatan Kutaraja), serta Desa Punge Blang Cut (Kecamatan Jaya Baru).
Akibatnya, pasokan listrik sempat terhenti dan memerlukan waktu pemulihan yang tidak singkat.
Baca Juga: Viral Video Zulhas Makan Santai Sambil Pegang Cerutu, Netizen Geram dan Banjiri Komentar
Intensitas pencurian semakin meningkat dalam dua pekan terakhir. Berdasarkan data periode 12–14 Desember 2025, sejumlah desa di Aceh Besar kembali menjadi korban.
Lokasi tersebut meliputi Desa Lampreh, Aneuk Galong, dan Keureuweung Krueng di Kecamatan Lambaro, Desa Inte Gajah di Kecamatan Jantho, serta Desa Buga di Kecamatan Seulimeum.
PLN menilai pola pencurian yang berulang dan terorganisir ini tidak hanya menimbulkan kerugian aset negara, tetapi juga berdampak langsung pada kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
Baca Juga: Spin-off InfraNexia Resmi Disetujui, TelkomGroup Perkuat Arah Bisnis Infrastruktur Digital
Kondisi ini dinilai semakin berisiko karena terjadi pasca bencana banjir, di mana jaringan listrik seharusnya mendapat pengawasan ekstra.
Selain memicu pemadaman massal, pencurian kabel listrik juga berpotensi menimbulkan bahaya serius, baik bagi pelaku maupun warga sekitar, seperti risiko tersengat listrik dan kebakaran.
Manager Komunikasi PLN UID Aceh, Lukman Hakim, mengimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga infrastruktur kelistrikan.
Baca Juga: Data Korban Hilang 3 Pekan Bencana Banjir Longsor, Sumut 87 Orang, Sumbar 86 Jiwa, Aceh 28 Orang
Ia meminta warga segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar jaringan listrik.
“Apabila masyarakat melihat aktivitas mencurigakan di sekitar tiang, gardu, atau jaringan listrik, segera laporkan ke Kantor PLN terdekat, Contact Center PLN 123, atau melalui aplikasi PLN Mobile,” tegas Lukman. dikutip pojoksatu.id dari instagram @infobandaaceh
PLN berharap kolaborasi antara masyarakat dan aparat dapat menekan aksi pencurian ini demi menjaga keandalan pasokan listrik di Aceh.***




