POJOKSATU.id - Video viral perundungan siswa SMP seragam kotak-kotak biru dikabarkan terjadi di Cilacap, Jawa Tengah.
Video perundungan siswa SMP seragam kotak-kotak biru itu beredar luas melalui grup-grup Whatsapp dan media sosial pada sejak Kamis 27 September 2023 pagi.
Baik pelaku maupun korban dalam video viral perundungan siswa SMP seragam kotak-kotak itu disebut berasal dari sekolah yang sama.
Baca Juga: Bantah Ditahan Polisi Inggris, Lolly Putri Nikita Mirzani : Emangnya Gua Kriminal?
Kabar tersebut salah satunya diunggah akun Facebook Info Majenang, sebagaimana dikutip Pojoksatu.id.
Disebutkan bahwa video perundungan siswa SMP seragam kotak-kotak biru itu merupakan siswa SMP di Kecamatan Cimanggu, Cilacap.
Akun tersebut juga menyatakan bahwa pelaku perundungan yang mengenakan topi hitam sudah ditangkap polisi.
Saat ini, pelaku tengah menjalani pemeriksaan oleh polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sementara pemilik akun Dezy Triaz mengungkap, bahwa pelaku dan korban sama-sama bersekolah di salah satu SMP negeri di Kecamatan Cimangu, Cilacap.
Dia juga mengungkap kegeramannya melihat perbuatan pelaku terhadap korban.
Baca Juga: Beda, Pengamat Ini Yakin Kaesang Pangarep Bisa Bawa PSI ke Parlemen
Dia meyakini bahwa orang tua korban juga pasti tidak akan terima anaknya diperlakukan seperti dalam video yang viral itu.
Sampai berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat terkait peristiwa tersebut.
Untuk diketahui, dalam video berdurasi 4 menit 14 detik tersebut, korban terus mendapat pukulan dan tendangan dari pelaku.
Diduga lokasi perundungan itu terjadi di sebuah lapangan voli yang cukup sepi dan jauh dari permukiman penduduk.
Baca Juga: Ogah Daftar PPPK 2023, Pegawai Honorer di Tangsel Pilih Oplos Elpiji, Ya Dikeler Polda Metro Jaya
"Sok duel we, milih," terdengar suara siswa SMP rekan pelaku.
Selanjutnya, pelaku langsung menarik kemeja korban dan melayangkan lututnya berkali-kali pada perut korban.
Tidak hanya itu, pelaku juga melayangkan sejumlah pukulan ke punggung korban.
Sementara, korban sudah mengerang kesakitan usai lutut pelaku mengenai perutnya hingga membuat korban terduduk menahan sakit.
Akan tetapi, pelaku tak puas dan menyeret korban sambil terus menendang dan memukuli korban berkali-kali.
Korban sendiri sama sekali tidak memberikan perlawanan dan hanya menerima penyiksaan.
Baca Juga: Surat Telegram Mutasi Polri Terbaru, Kapolri Mutasi Puluhan Jenderal dan Pamen
Melihat korban yang tidak berdaya, sejumlah siswa SMP rekan pelaku berusaha untuk menghentikan perundungan tersebut.
"Nggeus cuy...nggeus cuy...Nggeus Mal...nggeus Mal..." terdengar beberapa siswa lain.
Baca Juga: Durian Kaesang
Akan tetapi pelaku malah emosi dan mengancam rekannya sendiri untuk berkelahi.
"Misahkeun aing, gelut jeung aing kabehana," hardik pelaku perundungan bertopi hitam itu.
Korban sendiri terlihat sempat pingsan dan sempat diinjak-injak pelaku.
Ironisnya, pelaku malah bangga dan sempat memberikan pose victory dengan mengangkat kedua tangannya.
Pelaku mengakhiri aksinya dengan sengaja bergaya melalui rekaman video yang diduga direkam oleh rekannya sendiri.***




