POJOKSATU.id, GARUT—Sebanyak delapan orang korban Pesta Rakyat Garut di Alun-alun, Jumat malam (18/7) masih menjalani perawatan di rumah sakit atau RSUD dr Slamet Garut hingga Sabtu (19/7).

Keluarga Gubernur KDM memberi santunan Rp250 juta bagi masing-masing keluarga yang meninggal. Sementara bagi korban yang dirawat, diberikan santunan Rp 10 juta per orang.

Dalam kasus ini korban meninggal sebanyak tiga orang yaitu anak usia 8 tahun, polisi dan perempuan lansia.

Baca Juga: Mantan Kabareskrim Sebut Sisa Sampah Dibuang Arya Daru Bisa Jawab Teka Teki Meninggalnya Diplomat Ini

Sementara 21 orang lagi mengalami luka-luka saat berdesakan masuk ke alun-alun Garut yang menyediakan makan gratis dan hiburan sekaitan pesta pernikaha Maula Akbar putra Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dengan Putri Karlina putri Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto.

Petugas RSUD dr Slamet Garut ditemui Sabtu (19/7) menyebutkan bahwa 8 orang masih dirawat di RSUD, dimana 2 orang di IGD, sementara enam lainnya dirawat di ruang rawat inap Cangkuang.

“Mereka masih mengeluhkan sesak dan belum sepenuhnya pulih,” kata Firman.

Baca Juga: Fakta-Fakta Guru Madrasah Dituntut Rp25 Juta oleh Wali Murid di Demak, Terima Gaji Cuma 450 Ribu Per Empat Bulan

KDM Santuni Rp250 Juta

Keluarga Gubernur Jabar Dedi Mulyadi atau KDM memberikan santunan Rp250 juta kepada keluarga korban meninggal. Sementara yang dirawat di RSUD diberikan Rp10 juta per orang.

Dedi memberikan santunan Rp250 juta untuk masing-masing keluarga korban meninggal Jumat malam di salah satu rangkaian pesta pernikahan putranya Maula Akbar.

Jumlah itu berasal dari kontribusi dua pihak, yaitu Rp100 juta dari pasangan pengantin dan Rp150 juta dari dirinya sendiri.

"Anak-anak korban juga saya jadikan anak asuh. Semua kebutuhan hidup dan pendidikan saya tanggung. Ada yang ingin kuliah, ada yang ingin masuk AKPOL, semuanya akan saya dukung," ucapnya.***