POJOKSATU.id, JAKARTA— Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI, Letjen TNI Yudi Abrimantyo diganti sebagai tindak lanjut kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS Andrie Yunus.

Pergantian Kabais TNI dilakukan pada Rabu (25/3) di Mabes TNI, Jakarta. Namun belum jelas siapa yang menjadi penggantinya.

Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyatakan telah dilakukan penyerahan jabatan Kabais.

"Jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais. Terima kasih," ujar Aulia kepada wartawan di Balai Wartawan Mabes TNI, Jakarta, Rabu (25/3).

Baca Juga: Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Komisi III Desak Anggota TNI Disidangkan di Peradilan Umum

Aulia belum menjelaskan secara tegas apakah Yudi dicopot dari jabatannya imbas kasus yang menimpa aktivis KontraS Andrie Yunus.

Suasana konferensi pers sempat memanas ketika awak media menanyakan kepastian tersebut, termasuk siapa yang akan menggantikan posisi Kabais.

Aulia turut menegaskan bakal menindak secara tegas setiap prajurit TNI yang melakukan pelanggaran hukum maupun tindak pidana.

Selain itu, Aulia menyebut rapat bersama itu sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Rapat itu menyimpulkan agar TNI menindak tegas setiap prajurit yang melakukan pelanggaran.

Baca Juga: Ketua Komisi III Sikapi Perbedaan Identitas Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS versi TNI dan Polri

Disebutkan, terhadap prajurit TNI yang melakukan pelanggaran hukum atau tindak pidana, TNI menyatakan tidak memberikan toleransi dan akan menindak secara tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kemudian baik melalui peradilan militer, penjatuhan hukuman disiplin berupa penahanan dan pemberhentian dari jabatan, maupun pemberhentian dengan tidak hormat dari dinas prajuritan.

Berita sebelumnya, Danpuspom Mabes TNI, Mayjen Yusri Nuryanto, dalam jumpa pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (18/3/2026) menyebutkan, keempat pelaku penyiraman Andrie Yunus diduga berasal dari Denma Bais TNI.

Mereka adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES. Keempat terduga pelaku berasal dari TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara.

Kendati demikian, Mayjen Yusri belum mengumumkan peran dan motif penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS tersebut.

“Jadi kita masih mendalami motifnya,” tegasnya.

Puspom TNI juga menahan empat anggota TNI yang diduga melakukan penyiraman air keras kepada aktivis KontraS, Andrie Yunus.

"Melakukan kegiatan membuat laporan polisi, mungkin nanti dari saksi korban. Kemudian melakukan penahanan sementara kepada terduga empat orang tadi," kata Danpuspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto, Rabu (18/3/2026).***