POJOKSATU.id - Dua juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR tingkat Kalimantan Barat, yakni Indri Wahyuni dan Dyastasitas Widya Budi, dipastikan tidak akan menyampaikan permintaan maaf maupun klarifikasi secara pribadi kepada publik.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Ahmad Muzani, mengatakan permintaan maaf yang sebelumnya telah disampaikan pimpinan dan Sekretariat Jenderal MPR sudah mewakili seluruh unsur penyelenggara, termasuk dewan juri.

Pernyataan itu disampaikan Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/5/2026), saat merespons polemik penilaian final LCC 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat yang sempat ramai diprotes peserta dan disorot publik.

Baca Juga: Uang Rp50 Ribu RI Masuk Jajaran Teraman di Dunia, BI Sebut Punya 17 Unsur Pengaman Canggih

"Ya, di lembaga MPR kan sudah disampaikan oleh Sekjen. Salah satu pimpinan kita juga sudah menyampaikan permohonan maaf.

Jadi itu sudah mewakili keseluruhan termasuk juri, karena ini adalah kegiatan lembaga, bukan kegiatan orang perorang," kata Muzani.

Final Lomba Akan Diulang
Sebelumnya, MPR memutuskan final LCC Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat akan diulang setelah polemik penilaian menuai kritik dari peserta dan masyarakat.

Baca Juga: Nobar Film Pesta Babi Dibubarkan, Puan Maharani Minta Penjelasan dan Soroti Prosedur Penindakan

Muzani mengakui terdapat kekurangan serta kekhilafan dalam pelaksanaan lomba, khususnya pada babak final.

Karena itu, pimpinan MPR disebut akan mengawasi langsung proses perlombaan ulang dari awal hingga selesai.

Menurutnya, langkah pengulangan final dilakukan agar pelaksanaan lomba berjalan lebih baik dan mampu menjaga kepercayaan publik terhadap kegiatan tersebut.

Baca Juga: Bus Sekolah Gratis di Depok Tambah Rute, Dishub Siapkan Layanan hingga Depok Timur

Polemik LCC 4 Pilar ini sendiri terus menjadi perhatian publik setelah muncul berbagai kritik terkait mekanisme penilaian dan keputusan dewan juri pada babak final di Kalimantan Barat. ***