POJOKSATU.id, JAKARTA— Berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag) RI, hingga 16 Juni 2024, tercatat 138 orang jamaah haji Indonesia meninggal dunia di Tanah Suci dan lokasi lain.
Dari 138 jamaah haji yang meninggal, sebanyak enam orang wafat di Arafah, tiga orang di Jeddah, 19 orang di Madinah, 106 di Makkah, dan empat orang di Mina.
Tim Pengawas Haji DPR RI meminta Kementerian Agama untuk memperketat mitigasi kesehatan jemaah haji Indonesia.
Menurut Anggota Timwas Haji DPR RI, Ace Hasan Syadzily, permintaan itu untuk memastikan para jemaah dalam kondisi kesehatan optimal saat ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Sementara itu, masa puncak haji telah dilalui jemaah haji Indonesia dengan relatif lancar.
Saat ini, jemaah yang mengambil nafar awal secara berangsur mulai meninggalkan Mina dan kembali ke Makkah. Dilanjutkan oleh para jemaah nafar tsani kembali ke Makkah.
Meski pun telah berlangsung relatif tanpa kendala, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut mengaku akan tetap mengevaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024 ini.
"Jadi begini, semua kita akan evaluasi, tidak ada yang tidak kita evaluasi demi perbaikan layanan jemaah , itu poinnya," ujar Menag Yaqut usai melontar jumrah di Jamarat, Selasa (18/6/2024) dini hari.
Baca Juga: Populix dan Statista Jalin Kemitraan untuk Memperluas Pemahaman Konsumen Melalui Data
Semua yang dilakukan pemerintah meski jemaah merasakan layanan yang sangat memuaskan, maka akan tetap harus ada evaluasi.
"Apapun harus dievaluasi dan evaluasi itu harus berbasis pada data. Jadi termasuk katanya ac mati, di mana ac mati, kita akan segera evaluasi," tegas Gus Yaqut.
Suhu Mekkah Capai 51 Derajat Celcius
Menurut sebuah penelitian di Saudi yang diterbitkan bulan lalu, suhu di daerah tempat ibadah dilakukan meningkat 0,4 derajat Celcius setiap dekade.
Suhu mencapai 51,8C di Masjidil Haram di Mekah pada Senin, kata pusat meteorologi nasional Saudi.
Pejabat Saudi telah menyarankan jamaah untuk menggunakan payung, minum banyak air, dan menghindari paparan sinar matahari selama jam-jam terpanas di siang hari.***




