POJOKSATU.id, JAYAPURA-- Enam guru kontrak asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengabdikan diri di SD YPK Anggruk di Kampung Anggruk, Distrik Anggruk, Yahukimo, mengalami nasib tragis dibunuh KKB.

Jubir Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Sebby Sembom telah membenarkan bahwa mereka yang melakukan aksi keji itu. KKB bahkan melansir foto keenam korban ini.

Pihak KKB mengklaim telah membunuh enam guru dan tenaga medis di salah satu distrik di Yahukimo, Papua Pegunungan.

"Ini konsekuensi bagi mereka yang kerja di tanah kami. Memang sudah kami perintahkan untuk mengeksekusi karena semua itu aparat, " kata Jubir TPNPB, Sebby Sembom dalam rekaman suaranya dilansir dari ceposonlinecom, Sabtu (22/3/2025).

Baca Juga: KKB Bakar Rumah Guru SD YPK di Anggruk Yakuhimo, 6 Tenaga Pendidik Asal NTT Meninggal Terjebak Api

Sebby juga memposting foto tenaga medis dan tenaga guru yang disebut menjadi korban penyerangan TPNPB.

Dari foto yang beredar, ada tujuh orang dalam foto itu, dimana terdiri dari tiga lelaki dan empat perempuan.

"Kami bertanggung jawab atas penyerangan ini dan kami telah membunuh enam guru dan medis serta membakar rumah-rumah agen intelejen, " katanya.

Ceposonline juga mengaku mendapat pesan singkat yang membenarkan kejadian ini. Dimana dari data yang didapat ceposonline, 4 guru meninggal dunia dan satu orang perawat dalam kondisi kritis.

Usai kejadian, disebutkan ceposonline, sebagian guru dan tenaga kesehatan di Distrik Anggruk Yahukimo sudah di evakuasi ke Jayapura dan saat ini berada di Mess Adven Doyo Baru.

Baca Juga: KKB Berulah, Enam Guru Tewas Diserang dengan Cara Dibunuh dan Dibakar

Berita sebelumnya, Kapolres Yahukimo AKBP Heru Hidayanto mengakui, adanya laporan terkait penyerangan yang dilakukan KKB terhadap guru kontrak di Distrik Anggruk hingga menewaskan enam tenaga pendidik.

Namun untuk memastikan kejadian ini, Pemda Yahukimo beserta TNI-Polri masih akan membahasnya. Apalagi di wilayah itu tidak ada pos polisi.

Kapolres mengakui, dari laporan sementara yang mereka terima terungkap tenaga guru kontrak yang menjadi korban itu diserang saat berada di dalam rumah.

Dari laporan terungkap insiden itu terjadi Jumat (21/3) sekitar pukul 16.00 WIT, saat KKB melintas di lokasi dan menyerang serta membunuh satu orang guru.

Belum puas juga, KKB lalu masuk ke dalam rumah dan kembali menyerang serta membakar rumah guru SD ini sehingga enam orang guru kontrak ini meninggal karena terjebak api.

"Belum dapat dipastikan KKB dari kelompok mana yang melakukan penyerangan dan identitas korban, kami masih terus berkoordinasi dengan Pemda Yahukimo untuk pengecekan dan langkah yang akan dilakukan," kata Kapolres Yahukimo AKBP Heru Hidayanto dilansir Antara, Sabtu (22/3).***