POJOKSATU.ID - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet jetski Indonesia, Aero Sutan Aswar, di ajang SEA Games 2025 Thailand.
Turun di nomor endurance open jetski, Aero sukses mempersembahkan medali emas setelah menaklukkan persaingan ketat dari atlet tuan rumah dan Filipina.
Keberhasilan ini menjadi bukti ketangguhan fisik, mental, serta konsistensi Aero hingga menyentuh garis finis.
Namun, di balik euforia medali emas tersebut, terselip cerita perjuangan yang menyita perhatian publik.
Aero mengungkapkan bahwa ia tidak menggunakan jetski milik tim nasional saat berlaga di SEA Games.
Kendaraan yang membawanya ke podium tertinggi justru merupakan jetski sewaan dari Pattaya yang dibiayai menggunakan dana pribadi.
Baca Juga: KPAI Ungkap Memang Benar Faizah Soraya Dibunuh Anaknya, Motifnya Ingin Bela Ayah dan Kakaknya
Situasi ini jelas bukan hal ideal bagi seorang atlet yang mewakili negara di ajang multievent internasional.
Dengan menggunakan jetski sewaan, tim tidak memiliki kendali penuh terhadap kondisi teknis, performa mesin, hingga penyesuaian setelan kendaraan.
Tantangan tersebut membuat perjuangan Aero jauh lebih berat dibandingkan para pesaingnya yang mendapatkan dukungan fasilitas lengkap.
Baca Juga: Heboh! Medan Kembalikan 30 Ton Beras Bantuan UEA, Publik Mendadak Riuh Ngapain Dibalikin?
Meski demikian, Aero tetap mampu tampil maksimal. Pengalaman panjang di dunia jetski internasional menjadi modal penting baginya untuk beradaptasi cepat dengan kondisi kendaraan.
Ketahanan fisik serta strategi balapan yang matang menjadi kunci keberhasilannya menaklukkan lintasan endurance yang menguras stamina.
Setibanya kembali di Tanah Air, Aero pun melontarkan pernyataan yang langsung viral dan menuai beragam respons.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Anggap Bank Dunia Suka-suka Seenaknya, Prediksinya Juga Sering Melesat
Dengan nada lugas, ia menyinggung soal kemandirian yang terpaksa dilakukan demi tetap bisa bertanding optimal.
“Kenapa mandiri? Itu bisa tanyakan kepada yang tidak memberikan duit. Untungnya punya duit dan emas,” ujar Aero. dikutip pojoksatu.id dari instagram @bushcoo (19/12/2025).
Ucapan tersebut dinilai sebagai sindiran keras terhadap minimnya dukungan pendanaan dari pihak terkait, termasuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Baca Juga: Sumut Butuh Persiapan Maksimal Menuju PON 2028, Daftar Cabor Ini Diminta Segera Bentuk Kepengurusan
Banyak pihak menilai pernyataan Aero mencerminkan realita yang masih kerap dialami atlet non-mainstream di Indonesia, khususnya cabang olahraga yang membutuhkan biaya tinggi seperti jetski.
Di sisi lain, publik juga memberikan apresiasi besar atas sikap profesional Aero yang tetap mengutamakan prestasi, meski harus berjuang secara mandiri.
Medali emas ini bukan hanya soal kemenangan di arena, tetapi juga simbol kegigihan dan pengorbanan seorang atlet demi mengharumkan nama Merah Putih.
Baca Juga: IPB University Resmi Luncurkan Program Doktor Ilmu Manajemen, Pendaftaran Dibuka 20 Oktober 2025
Prestasi Aero Sutan Aswar di SEA Games 2025 diharapkan menjadi momentum evaluasi bagi pemangku kebijakan olahraga nasional.
Dukungan fasilitas dan pendanaan yang memadai dinilai krusial agar atlet-atlet berprestasi dapat fokus bertanding tanpa dibebani persoalan non-teknis.
Sebab, di balik setiap medali emas, selalu ada perjuangan panjang yang tak semua orang lihat.***




