POJOKSATU.id, JAKARTA – Jokowi menanggapi bentrok aparat dengan warga di Pulau Rempang, Kepulauan Riau. Jokowi sampai mengutus Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Presiden Jokowi akan mengutus Menteri Bahlil Lahadalia ke Pulau Rempang menanggapi kasus bentrok warga dengan aparat gabungan yang terjadi di sana.

Proyek yang terjadi di kawasan Pulau Rempang merupakan imbas dari bentuk komunikasi yang kurang baik. Proyek di Pulau Rempang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Menurut Jokowi, kejadian di Pulau Rempang merupakan bentuk komunikasi yang kurang baik antara pemerintah dan warga di sana.

Baca Juga: Kapolresta Ajak PWI Kabupaten Cirebon Counter Narasi Negatif di Pemilu 2024

“Kalau warga diajak bicara, diberikan solusi. Karena di sana sebenarnya sudah ada kesepakatan," kata Jokowi di Pasar Kranggot, Cilegon, Selasa (12/9).

Dia ingin ada diskusi sebelum pengalihan lahan. Jokowi memerintahkan anak buahnya untuk mendekati warga dan memberi solusi.

Dia berkata sebenarnya sudah ada kesepakatan untuk ganti rugi. Warga akan diberikan ganti lahan seluas 500 meter dengan bangunan tipe 45.

Meski demikian, kebijakan itu tak tersampaikan dengan baik. Jokowi mengutus Menteri Investasi Bahlil Lahadalia untuk membereskannya.

Baca Juga: Arema FC Resmi Umumkan Kedatangan 2 Asisten Pelatih Portugal

"Menurut saya nanti mungkin besok atau lusa Menteri Bahlil akan ke sana untuk memberikan penjelasan mengenai itu," ujarnya.

Sebelumnya, warga bentrok dengan aparat keamanan gara-gara proyek strategis nasional (PSN) kawasan Pulau Rempang, Batam.

Kejadian itu terungkap setelah viral video anak-anak sekolah dilarikan ke fasilitas kesehatan karena tembakan gas air mata dari polisi.

Sementara Tokoh Masyarakat Rempang Khazaini KS menyebut tak ada ganti rugi dari Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Baca Juga: Komisi V DPRD Jawa Barat Dorong Percepatan Pembangunan SMAN di Kecamatan Ciater

Dia menyebut warga di 16 kampung menolak relokasi. Mereka telah tinggal di sana sejak 1834.

"Kapolri, jangan menerima informasi satu pihak dari BP Batam. Tidak benar kalau ada sosialisasi dan pemberian ganti rugi," ungkap, Jumat (8/9).

Presiden Jokowi bakal mengutus Menteri Investasi Bahlil Lahadalia ke Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Jokowi meminta Bahlil untuk memberikan penjelasan kepada warga yang protes proyek pengembangan Rempang.

Baca Juga: Jadwal Drawing Piala Dunia U17 2023 Sudah Diumumkan FIFA, Indonesia Masuk Pot 1

"Nanti mungkin besok atau lusa Menteri Bahlil akan ke sana untuk memberikan penjelasan mengenai itu," kata Jokowi, Selasa (12/9/2023).

Jokowi menilai konflik di Rempang disebabkan komunikasi yang kurang baik. Jokowi ingin warga diberikan solusi.

"Ya itu bentuk komunikasi yang kurang baik, saya kira kalau warga diajak bicara, diberikan solusi," kata Jokowi dilansir CNNIndonesiacom.

Pasukan gabungan dari kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan TNI merengsek masuk Pulau Rempang.

Mereka berniat memasang patok pembatas dan pengukuran lahan untuk Rempang Eco City.

Proyek itu merupakan proyek strategis nasional yang dikelola oleh Badang Pengusahaan ata BP Batam dan PT Makmur Elok Graha (MEG).

Rencana pemasangan patok tata batas itu ditolak oleh masyarakat. Penolakan ini membuat bentrokan pecah.

Pasukan gabungan berupaya membubarkan blokade dengan melontarkan gas air mata ke kerumunan masyarakat.***