POJOKSATU.id, JAKARTA— Kasus ijazah Jokowi makin mendekati titik terang. Di hadapan penyidik Polda Metro Jaya, Jokowi menegaskan dosen pembimbing skripsinya bernama Prof Dr Ir Ahmad Sumitro.
Lalu bagaimana status Ir Kasmudjo yang selama ini menjadi polemik di publik, Jokowi tetap keukeuh bahwa Kasmudjo adalah dosen pembimbingnya juga saat kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Fakta mengenai Ahmad Sumitro ini dibeberkan Presiden Ketujuh RI tersebut usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polda Metro Jaya yang digelar di Polresta Surakarta, Rabu (23/7).
"Kemudian juga mengenai Pak Ir Kasmujo, saya sampaikan bahwa beliau itu adalah dosen pembimbing saya. Dan memang dosen pembimbing saya," tegas Jokowi.
Menurut Jokowi untuk dosen pembimbing akademiknya memang Kasmudjo. Namun untuk dosen pembimbing skripsinya adalah Prof Dr Ir Ahmad Sumitro.
"Tapi untuk dosen pembimbing skripsi memang bukan Pak Kasmujo, tapi Prof Dr Ir Ahmad Sumitro. Ini untuk memperjelas saja," kata Jokowi.
Selain terkait dosen pembimbing, penyidik juga menanyakan sosok Dian Sandi, pria yang diketahui mengunggah ijazah Jokowi ke media sosial.
"Yang baru tadi mengenai Mas Dian Sandi. Apakah kenal? Kapan pernah bertemu? Apakah saya yang meminta untuk memposting ijazah saya," jelas Jokowi.
Ia menegaskan bahwa pertemuannya dengan Dian Sandi terjadi saat kunjungan ke rumah, dan Dian telah meminta maaf atas unggahan tersebut.
Baca Juga: Pernyataan Jokowi Usai Ijazah S1 Kehutanan UGM Miliknya Diserahkan ke Penyidik Polda Metro
"Saya jawab bahwa saya bertemu di rumah saat Mas Sandi bersilaturahmi dan meminta maaf karena telah memposting ijazah S1 saya," kata Jokowi.
"Dan juga yang kedua, saya juga tidak memerintahkan untuk memposting ijazah itu di media sosial. Saya jawab apa adanya," tegas Jokowi lagi.
Berita sebelumnya, mantan Dosen Pembimbing Akademik Jokowi di UGM, Ir Kasmudjo, mengungkap yang menjadi dosen pembimbing skripsi Jokowi adalah Prof Sumitro.
Profesor Sumitro atau Ahmad Sumitro Purwodipoero ternyata bukan orang sembarangan di UGM. Prof Sumitro adalah Guru Besar emeritus di Fakultas Kehutanan UGM.
Dari data yang diambil Pojoksatu.id dari laman resmi UGM di UGM.ac.id, Prof Dr Ir Achmad Sumitro Purwodipoero, tutup usia pada hari Senin, 21 September 2009 di RSUP Sardjito, Yogyakarta. Dan dimakamkan esok harinya di pemakaman keluarga besar UGM, Sawitsari.Guru Besar UGM ini meninggal dalam usia 74 tahun. Dia juga mantan Dekan Fakultas Kehutanan UGM.***




