POJOKSATU.id - Kartu tanda anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang ditunjukkan Joko Widodo saat menghadiri Rakorda PSI Kota Bandung mendapat sorotan dari PDI Perjuangan.
Juru Bicara PDIP Guntur Romli menanggapi langkah mantan kader partai tersebut dengan melontarkan sindiran mengenai KTA yang dipamerkan Jokowi.
Guntur bahkan memelesetkan kepanjangan PSI ketika merespons keputusan Jokowi menunjukkan kartu keanggotaannya secara terbuka.
"KTA PSI itu apa ya? Partai Sengketa Ijazah?" kata Gunrom saat dihubungi, Minggu 27 September 2026.
Baca Juga: Mau Perpanjang SIM di Bandung? Ini Jadwal dan Lokasi SIM Keliling 29 September-3 Oktober 2026
Pernyataan tersebut disampaikan Guntur ketika polemik mengenai ijazah Jokowi masih menjadi salah satu isu yang dibicarakan di ruang publik.
Menurut Guntur, Jokowi seharusnya menunjukkan dokumen pendidikan yang selama ini menjadi bahan perdebatan, bukan hanya memperlihatkan KTA partai politik barunya.
"Diminta nunjukin Ijazah agar tidak makin gaduh, kok malah nunjukin KTA hehehe, baik Jokowi diminta nunjukin ijazah S1 UGMnya dan Gibran nunjukin ijazah SMA-nya," kata dia.
Jokowi Tegaskan Sudah Jadi Kader PSI
Sebelumnya, Jokowi membuat pernyataan terbuka mengenai statusnya sebagai anggota PSI saat menghadiri Rakorda PSI Kota Bandung pada Sabtu, 26 September 2026.
Baca Juga: Sempat Sadar dan Stabil, Kondisi ASN Kemenekraf Peserta Latsarmil Komcad Kembali Menurun
Dalam kesempatan tersebut, ia membawa dan menunjukkan KTA PSI kepada jajaran partai yang hadir.
Jokowi mengatakan dirinya telah bergabung dengan PSI sejak 14 Oktober 2025. Menurutnya, kartu anggota tersebut sengaja ditunjukkan karena masih ada pihak yang mempertanyakan statusnya sebagai kader partai.
"Saya sudah masuk menjadi keluarga besar PSI itu sudah 14 Oktober 2025. Sudah setahun lalu. Banyak yang enggak percaya. Saya kasih kartu anggota saya," kata Jokowi.
Baca Juga: Tarif Klinik Hewan Keliling Jaksel September 2026, Cek Biaya Pemeriksaan hingga Sterilisasi
Jokowi juga menegaskan agar tidak ada lagi keraguan mengenai posisinya di PSI.
Ia menyebut dirinya kini telah menjadi bagian dari keluarga besar partai tersebut.
Pernyataan itu sekaligus membuat status politik Jokowi di PSI disampaikan secara terbuka di hadapan publik setelah sebelumnya menjadi bahan spekulasi.
PDIP Soroti Persoalan yang Berbeda
Respons Guntur tidak berfokus pada keputusan Jokowi bergabung dengan PSI.
Ia justru mengaitkan aksi menunjukkan KTA tersebut dengan persoalan ijazah yang selama ini menjadi perdebatan.
Baca Juga: GBK Gelar 2 Pertandingan, Pengendara Wajib Waspada Jalan Sudirman hingga Asia Afrika
Selain Jokowi, Guntur juga menyebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam pernyataannya.
Ia meminta dokumen pendidikan keduanya ditunjukkan untuk menjawab isu yang dipersoalkan.
Pernyataan tersebut merupakan sikap dan kritik dari pihak PDIP terhadap Jokowi dan Gibran di tengah dinamika politik yang terus berkembang.
Sementara itu, Jokowi sendiri dalam acara PSI di Bandung memilih menegaskan status keanggotaannya dengan menunjukkan KTA secara langsung.
Dua pernyataan tersebut memperlihatkan adanya perbedaan fokus.
Jokowi berbicara mengenai posisi politiknya di PSI, sedangkan PDIP melalui Guntur membawa kembali isu ijazah yang masih menjadi bagian dari perdebatan publik.***




