POJOKSATU.id, SOLO—Mantan Presiden Jokowi merasa ada ‘orang besar’ di belakang isu ijazah palsu dan pemakzulan Wapres Gibran Rakabuming Raka yang mencuat selama ini.
Selain ada ‘orang besar’, Jokowi juga merasa ada agenda besar politik dalam tuduhan ijazah palsu maupun pemakzulan anaknya Gibran Rakabuming dari kursi Wapres.
"Kan saya sudah sampaikan, feeling saya mengatakan ada agenda besar politik dalam tuduhan ijazah palsu maupun pemakzulan (Gibran),” kata Jokowi di kediamannya di Kelurahan Sumber, Kota Surakarta, Jumat (25/7/2025).
“Artinya memang ada orang besar ada yang mem-back up, ya itu saja," katanya lagi.
Baca Juga: Kematian Arya Daru Pangayunan Terkait Pekerjaan Diplomat Kemlu, Kompolnas Beri Jawaban Begini
Sementara itu, saat ditanya siapa sosok tersebut, Jokowi enggan mengungkapkan.
"Ya, semua sudah tahulah," ucapnya.
Terkait laporan baru oleh Ahli Digital Forensik, Rismon Hasiholan Sianipar, Jokowi menanggapinya dengan santai dan menganggap hal itu ngalor-ngidul.
"Itu namanya ngalor ngidul. Yang satu belum selesai, sudah ngalor. Yang satu belum selesai, sudah ngidul. Namanya ngalor ngidul,” jelasnya.
Namun Jokowi menghormati proses hukum yang berjalan saat ini.
“Tapi kita hormati proses hukum yang ada," tuturnya lagi.
Diketahui, laporan baru dilayangkan Rismon Sianipar ke Polda DI Yogyakarta. Jokowi dilaporkan atas dugaan penyebaran informasi bohong terkait skripsi dan dosen pembimbingnya di UGM.
Kasus yang dilaporkan Rismon ini saat Jokowi masih menjabat Presiden RI.
“Ingat pada saat itu konteksnya adalah Jokowi masih seorang Presiden tahun 2017. Harusnya sebagai Presiden yang merupakan tiang moralitas bangsa itu tidak boleh menyebarkan berita bohong,” ujar Rismon, Sabtu (19/7/2025).***




