POJOKSATU.ID - Nama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) masuk dalam laporan Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) menjadi salah satu pemimpin terkorup di dunia.
Sekretaris Jenderal Relawan Projo Handoko merespons laporan OCCRP tersebut.
Handoko mempersilakan pihak-pihak yang memiliki data dan fakta untuk membawa dugaan korupsi yang menyeret Jokowi ke ranah hukum.
Baca Juga: Biar Kapok! Preman di Bandung Direndam dalam Kolam, Palak Pedagang di Pasar dengan Senjata Tajam
“Silakan saja proses hukum jika memang ada data dan fakta. Jangan cuma sekadar omong-omong tanpa bukti,” kata Handoko kepada wartawan, Rabu (1/1/2024).
Menurut Handoko, laporan OCCRP merupakan upaya framing jahat terhadap Jokowi dan Indonesia.
Menurutnya, laporan itu tidak hanya merugikan nama baik Jokowi, tetapi juga mencederai martabat bangsa.
“Jangan buat framing jahat tanpa dasar. Penilaian seperti ini hanya mencerminkan bias dan tidak menghormati pendapat rakyat Indonesia yang jelas-jelas masih percaya pada Pak Jokowi,” ucap Handoko.
Ditekankannya, penilaian OCCRP keliru dan tidak mencerminkan realitas yang dirasakan rakyat Indonesia.
“Itu penilaian yang keliru. Yang mengetahui dan merasakan langsung adalah rakyat Indonesia. Tolok ukurnya jelas, hasil pembangunan, penegakan hukum, budaya politik baru, serta harapan masyarakat,” urai Handoko.
Ditambahkannya, hingga akhir masa jabatannya, Jokowi tetap mendapatkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi.
Baca Juga: Bahaya Polusi Plastik Menjadi Sorotan di INC-5 di Korea Selatan
Ia pun mengklaim, angka kepercayaan publik terhadap pemerintahan Jokowi mencapai 80 persen lebih.
“Masa pendapat rakyat Indonesia bisa diabaikan begitu saja?” ujarnya.
Handoko juga menyoroti bahwa semasa kepemimpinan Jokowi, berbagai kasus korupsi diusut, termasuk yang melibatkan pejabat tinggi, bahkan menteri dari partai pendukung pemerintah seperti PDI Perjuangan.
Baca Juga: Tahun 2025 Perseteruan Makin Memanas, Fitri Salhuteru Blak-blakan Melawan Nikita Mirzani, Sebut Rivalnya Itu Ibu Biadab
“Banyak menteri yang ditangkap saat Jokowi menjadi Presiden. Itu menunjukkan komitmen Pak Jokowi terhadap penegakan hukum,” cetusnya.
Sebelumnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo masuk ke dalam daftar finalis pemimpin dunia paling korupsi, versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).
Selain Jokowi, pemimpin dunia lainnya yang juga masuk nominasi pemimpin terkorup di antaranya, Presiden Kenya William Ruto, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu, Mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina dan pengusaha asal India Gautam Adani.
Baca Juga: Fakta Menarik! Inilah Sisi Gelap Kelemahan Shikamaru di Serial Naruto Shippuden
"Kami meminta nominasi dari para pembaca, jurnalis, juri Person of the Year, dan pihak lain dalam jaringan global OCCRP. Para finalis yang memperoleh suara terbanyak tahun ini adalah: Presiden Kenya William Ruto, Mantan Presiden Indonesia Joko Widodo, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu, Mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, Pengusaha India Gautam Adani," demikian laporan OCCRP, dikutip Rabu (1/1/2024).
Penerbit OCCRP Drew Sullivan menjelaskan, kejahatan korupsi merupakan bagian mendasar dari upaya merebut negara dan menjadikan pemerintahan otokratis berkuasa.
Baca Juga: Ratu Entok Didakwa Pasal UU ITE, Terjerat Kasus Ujaran Kebencian Lewat Media Sosial
Ia menyebut, pemerintahan yang korup melanggar hak asasi manusia (HAM), memanipulasi pemilu, menjarah sumber daya alam, dan pada akhirnya menciptakan konflik akibat ketidakstabilan yang melekat pada diri mereka.
"Satu-satunya masa depan mereka adalah keruntuhan yang penuh kekerasan atau revolusi berdarah," pungkasnya. ***




