POJOKSATU.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap kriteria pemimpin Indonesia selanjutnya untuk meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa.

Sosok pemimpin penerus dirinya itu diungkap Jokowi dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi (pemred) media di Istana Merdeka, di Jakata, Kamis 10 Agustus 2023.

Jokowi menytaakan, Indonesia membutuhkan pemimpin yang berani menjaga kebijakan-kebijakan yang telah dibuat untuk memajukan bangsa, di antaranya terkait hilirisasi industri.

Baca Juga: Benny Rhamdani Terus Serukan Aksi Tangkap Rocky Gerung, Puncaknya Setelah 17 Agustus

"Saya kira bukan tentang siapa presidennya, yang paling penting menurut saya sanggup enggak (untuk) konsisten terhadap apa yang sudah kita mulai ini. Berani enggak? Ini butuh keberanian," ungkap Presiden.

Orang nomor satu di Indonesia itu menilai bahwa keberanian dan konsistensi tersebut diperlukan karena tantangan dan tekanan yang dihadapi Indonesia ke depannya akan makin meningkat.

"Nanti butuh yang ke depan, karena tekanan-tekanannya menurut saya makin berat. Nyali, keberanian. Yang kedua, konsistensi. Konsistensi itu saja sudah karena butuh daya tahan, butuh endurance," kata dia.

Baca Juga: Diterpa Tudingan Ogah Bertanggung Jawab Usai Berhubungan Badan Bermodus Taaruf, Begini Respon Dodi Hidayatulla

Jokowi juga menyebut bahwa kebijakan berani yang dilakukan oleh Indonesia seperti hilirisasi industri nantinya akan menghadapi tantangan yang tidak mudah.

Dia juga menyebut tantangan tersebut dapat berdampak terhadap ekonomi nasional sehingga diperlukan konsistensi untuk mempertahankan kebijakan yang telah ada.

Jokowi memberi contoh saat Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO memenangkan gugatan Uni Eropa soal keputusan Indonesia menghentukan ekspor bijih nikel.

Baca Juga: Siap Lolos, Inilah 10 Prediksi Soal PPPK 2023 Tahap Wawancara, Lengkap Jawaban dan Pembahasan, Wajib Dicoba!

"Kita enggak akan berhenti meskipun digugat," tegasnya.

Selanjutnya Jokowi juga menyinggung soal sosok pemimpin yang bisa berlari membawa Indonesia ke arah yang makin baik. Dia pun menganalogikan pernyataannya dengan lari pagi.

"Larinya jangan lari pagi. Kalau lari pagi mudah. Harus lari maraton, kuncinya di endurance," terang Jokowi.

Pernyataan dari Jokowi itu seakan mengarah kepada salah satu bacapres yang memang gemar olahraga lari maraton, Ganjar Pranowo.

Baca Juga: Diskon Hukuman Mati Ferdy Sambo, Fakta Runtuhnya Peradaban Hukum Indonesia

Selain itu, Ganjar juga dalam beberapa kesempatan dengan tegas menyatakan mendukung dan akan melanjutkan program serta kebijakan yang sudah dilakukan Presiden Jokowi.

Salah satunya adalah hilirisasi industri yang memang menjadi fokus Presiden Jokowi.***