POJOKSATU.id, JAKARTA—Kabar mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi gabung Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) semakin menguat.
Namun Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai kelas Jokowi harusnya partai besar bukan PSI yang ke Senayan atau DPR RI saja tidak lolos.
Mantan presiden dua periode itu masih memiliki popularitas dan elektabilitas, sehingga PSI terlalu kecil untuk menjadi rumah bagi tokoh nasional seperti Jokowi.
"Sekelas Jokowi harusnya menjadi ketua umum partai besar yang saya kira harus dihitung bagaimana riwayat Jokowi yang cukup panjang," jelas Analis politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu, Jumat (16/5).
Baca Juga: Andi Arief Percaya Jokowi dan UGM, Sebut Mengada-ada Kasus Ijazah Dibawa ke Forensik Internasional
Dengan sejarah politik yang panjang dan penuh kemenangan, Jokowi dinilai lebih pantas memimpin partai besar, bukan partai kecil yang elektoralnya masih terbatas.
PSI sendiri, sejak berdiri, belum berhasil lolos parlemen Senayan.
Meski begitu, bukan berarti peluang Jokowi untuk masuk ke PSI tertutup sepenuhnya.
Adi justru melihat kemungkinan peran Jokowi dalam posisi strategis lain yang tak kalah berpengaruh, seperti Ketua Dewan Pembina, Dewan Penasehat, atau bahkan Majelis Tinggi Partai.
“Posisi itu mampu sebagai yang cukup determinan dan mampu mendeteksi bagaimana arah kebijakan PSI di masa yang akan datang,"kata Adi lewat kanal YouTube miliknya, Jumat 16 Mei 2025.
Menurut Adi Prayitno, PSI terlalu kecil bagi Joko Widodo.
"Ini ukuran bajunya terlampau sempit, kalau diibaratkan begitu," katanya lagi.
Sementara itu DPP PSI mulai membuka wacana soal nama-nama calon ketua umum (ketum) yang akan bersaing dalam Pemilihan Raya menjelang Kongres Nasional PSI pada Juli 2025.
Dua nama yang mencuri perhatian adalah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan putranya, Kaesang Pangarep, yang kini menjabat Ketua Umum PSI.
"Betul ada dua nama yang muncul dalam diskusi di internal partai kami, yakni antara para kader yang menyebut Pak Jokowi dan Mas Kaesang," ujar Ketua DPP PSI, William Aditya Sarana, Jumat (16/5/2025).
Nama Jokowi muncul dalam diskusi internal partai sebagai salah satu figur yang dianggap layak untuk memimpin PSI ke depan.
“Pak Jokowi adalah mentor bagi kami. Jadi, Pak Jokowi punya tempat istimewa di sini. Sehingga, wajar apabila namanya digaungkan oleh kader kami,” ujar William dilansir Kompas.***




