POJOKSATU.id - Hasil hitung cepat Pilkada DKI Jakarta mengejutkan banyak pihak. Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung mantan Presiden Joko Widodo, Ridwan Kamil-Suswono, tertinggal dari Pramono Anung-Rano Karno.

Berdasarkan perhitungan cepat Lembaga Survei Indonesia (LSI), Pramono-Rano unggul dengan 50,10% suara, sementara Ridwan Kamil-Suswono hanya meraih 39,29% suara. Di posisi ketiga, Dharma Pongrekun-Kun Wardana mengumpulkan 10,61% suara.

Dukungan Jokowi Dinilai Setengah Hati di Jakarta

Pangi Syarwi Chaniago, Direktur Eksekutif Foxpol Center Research and Consulting, menilai bahwa dukungan Jokowi terhadap Ridwan Kamil di Jakarta terasa setengah hati.

Baca Juga: Unggul Sementara, Tim Tri-Haris Siapkan Satgas Pengamanan Suara untuk Kawal Rekapitulasi di KPU

Berbeda dengan upayanya di wilayah lain, di mana Presiden turun langsung menemui masyarakat, Jokowi di Jakarta hanya bertemu dengan Ridwan Kamil, tim sukses, dan relawan. "Kalau di daerah lain, Jokowi langsung menyapa akar rumput. Di Jakarta, Jokowi hanya sebatas endorse biasa," ujar Pangi.

Faktor Dukungan Anies Baswedan dan Ahok

Menurut Direktur Poltracking Indonesia, Mas Duri Amrawi, dukungan dua mantan gubernur Jakarta, Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menjadi kunci kemenangan Pramono Anung-Rano Karno. "Kombinasi dukungan ini menjadi kejutan besar yang signifikan dalam meningkatkan suara paslon Pram-Rano," kata Mas Duri.

Hasil Serupa dari Lembaga Lain

Selain LSI, hasil serupa juga dirilis oleh Indikator Politik dan Poltracking Indonesia. Semua lembaga sepakat bahwa pasangan Pramono-Rano unggul dalam Pilkada DKI Jakarta.

Baca Juga: Viral Seorang Warga Mengamuk di TPS Bali, Cekcok Lantaran Tak Membawa Undangan Pilkada, Begini Kronologinya

Jokowi Berhasil di Jawa Tengah, Tapi Gagal di Jakarta

Sementara itu, dukungan Jokowi di Jawa Tengah menuai hasil positif dengan kemenangan telak paslon yang diusungnya.

Namun, strategi yang berbeda di Jakarta justru dianggap tidak efektif. "Di Jawa Tengah, Jokowi turun langsung ke lapangan, menyapa warga, bahkan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Namun, di Jakarta, pendekatannya berbeda," tambah Pangi.

Hasil resmi dari KPU masih ditunggu pada pertengahan Desember. Akankah kejutan lain muncul di DKI Jakarta? Mari kita nantikan perkembangan selanjutnya!.***