POJOKSATU.id, JAKARTA—Rismon Sianipar, salah satu ahli yang dilaporkan Jokowi ke Polda Metro Jaya, keberatan dengan pemeriksaan penyidik polisi kepada Jokowi yang digelar di Polresta Surakarta atau Polresta Solo.

Rismon Sianipar menyebut Jokowi diistimewakan polisi dalam kasus ini. Harusnya sebagai warga biasa, Jokowi datang ke Polda Metro Jaya di Jakarta sebagai pelapor dalam kasus ini.

"Kami keberatan. Jokowi kan melaporkan di Polda Metro Jaya tapi diperiksa di Polresta Solo. Harusnya melaporkan di sana saja," kata Rismon dalam sebuah wawancara dengan televisi swasta, dikutip Kamis 24 Juli 2025.

Baca Juga: Duduk Berdiri

Rismon mengatakan, seharusnya Jokowi bersedia datang langsung ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan penyidik.

Dia pun membandingkan dengan dirinya yang rela datang jauh-jauh dari Sumatera Utara ke Jakarta untuk memenuhi panggilan polisi.

"Saya dari Sumatera sudah dua kali datang," kata Rismon yang juga Ahli Digital Forensik ini.

Rismon menilai Jokowi tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

"Kalau warga biasa, penyidiknya tidak boleh datang dong, nanti kami juga bisa buat alasan yang sama di Polres Balige saja," kata Rismon.

Jokowi diperiksa sebagai pelapor dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terkait ijazah miliknya yang dituding orang-orang tertentu adalah palsu.

Baca Juga: Disalahkan Gegara Curhat Hamil dan Diancam DJ Panda di Podcast Deddy Corbuzier, Erika Carlina Tegaskan Telah Laporkan Mantan Kekasihnya Itu ke Polisi

Sedianya, pemeriksaan Jokowi dilakukan di Polda Metro Jaya, Kamis 17 Juli 2025. Namun urung dilaksanakan.

Diketahui, Joko Widodo diperiksa di Polresta Surakarta pada Rabu 23 Juli 2025 selama lebih tiga jam.

Tercatat ada 12 terlapor dalam kasus ijazah Jokowi. Mereka di antaranya Eggi Sudjana, Rizal Fadillah, Kurnia Tri Royani, Rustam Efendi, Damai Hari Lubis, Roy Suryo, Rismon Sianipar, Tifauzia Tyassuma, Abraham Samad, Mikhael Benyamin, dan Ali Ridho.

Ijazah Asli Jokowi Disita 

Ijazah asli S1 Kehutanan UGM milik Jokowi yang dipolemikkan selama ini sudah diserahkan Jokowi ke penyidik Polda Metro Jaya di Polresta Solo atau Surakarta, Rabu (23/7/2025).

Baca Juga: Timnas Indonesia U23 Dipastikan Tantang Thailand di Semifinal Piala AFF U23 2025, Ini Jadwalnya

Jokowi mengklaim ijazah S1 ini asli. Selain ijazah S1, ijazah SMA juga diserahkan mantan presiden ini ke penyidik.

Jokowi hanya memberikan komentar singkat usai ijazah miliknya disita penyidik Polda Metro Jaya.

"Iya, juga sudah dilakukan tadi penyitaan ijazah asli S1 dan SMA," kata Jokowi kepada wartawan usai pemeriksaan di Polresta Surakarta, Rabu.

Sebelum iijazah ini disita polisi, Jokowi lebih dulu menjalani pemeriksaan selama tiga jam di Polresta Solo dan juga menjawab 45 pertanyaan penyidik.

Dua dokumen yang disita adalah ijazah SMA dari SMA Negeri 6 Solo dan ijazah S1 dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Jokowi menyatakan akan mengikuti seluruh proses hukum yang tengah berjalan hingga ke pengadilan.***