POJOKSATU.ID - Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo mendadak minta maaf ke semua rakyat Indonesia terkait pemerintahan Jokowi.

Hal itu dilakukan Ganjar Pranowo sebagai respons atas berbagai polemik yang muncul ke permukaan berkaitan dengan pemerintahan Jokowi.

Ganjar Pranowo menyadari bahwa masyarakat Indonesia kini marah bahkan merasa tidak puas dengan pemerintahan Jokowi.

"Ya tentu saja PDIP pengusung, pendukung pemerintahan Presiden Jokowi dua periode," ujar Ganjar di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Baca Juga: Dibentak Megawati Agar Gabung PDIP, Airin Justru Kenakan Baju Kuning saat Dipinang Golkar Maju Pilgub Banten

"Kalau publik ada yang merasa seperti hari ini, marah, tidak puas dan sebagainya, saya sebagai kader juga menyampaikan. Kita minta maaf,” Ganjar menambahkan.

Permintaan maaf tersebut dilakukan Ganjar sebagai bentuk tanggung jawab moral lantaran partainya merupakan pengusung dan pendukung pemerintahan Jokowi dua periode.

Ditambah lagi, Ganjar mengisyaratkan bahwa pemerintahan Jokowi telah melenceng dari kekuasaan sehingga ia pun merasa wajib meminta maaf.

“Di ujung ada yang berbeda gitu (pemerintahan Jokowi). Jadi kita tanggung jawab," tegas Ganjar.

Adapun pernyataan Ganjar ini menguatkan isu yang berkembang di publik bahwa hubungan Jokowi dan keluarganya dengan PDI Perjuangan telah retak.

Baca Juga: Prathita Amanda Aryani Diberi Pendampingan dalam Dugaan Kasus Bullying Junior PPDS, Netizen Ngamuk: Undip Pro Pembully

Hal tersebut terjadi sejak Pilpres 2024 lalu, sebagaimana diketahui keduanya tak lagi sejalan setelah Gibran Rakabuming, putra Jokowi berpasangan dengan Prabowo.

Sementara itu, PDIP mengusung dan mendukung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di Pilpres 2024.

Bahkan, Jokowi sudah tidak lagi terlihat menghadiri berbagai acara atau kegiatan PDIP belakangan ini.

Sebelumnya, Jokowi juga menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat Indonesia dalam pidato kenegaraannya di sidang tahunan MPR.

Di sana, Jokowi mengatakan bahwa 10 tahun masa pemerintahannya, bukanlah waktu yang cukup panjang untuk menyelesaikan semua permasalahan bangsa.

Baca Juga: Honorer Bersiaplah! Pendaftaran PPPK 2024 Segera Dibuka, MenPAN RB Ungkap Syarat Masa Kerja Minimal Bisa Daftar

Jokowi mengakui bahwa dirinya jauh dari kata sempurna dan berada dalam segala keterbatasan.

Oleh sebab itu, ia pun meminta maaf karena belum sepenuhnya menuntaskan harapan dan keinginan rakyat.

"Mohon maaf untuk setiap hati yang mungkin kecewa, untuk setiap harapan yang mungkin belum bisa terwujud, untuk setiap cita-cita yang mungkin belum bisa tergapai, sekali lagi kami mohon maaf," tuturnya. ***