POJOKSATU.id, JAKARTA—Mantan Sekretaris BUMN Said Didu membalas pernyataan mantan Presiden Jokowi yang menyebut ada agenda besar politik mau merusak reputasinya.
Said Didu langsung memposting salah satu portal berita nasional yang memuat pernyataan Jokowi ini pada laman X miliknya @msaid_didu seperti dilihat Senin (14/7/2025).
“Agenda besarnya : membuka kebohongan,” tulis Said Didu di laman X miliknya.
Pada sehari sebelumnya, Minggu (13/7), Said Didu juga memberikan komentar soal ijazah ini di laman X miliknya, walau dalam postingan itu, dia tak menyebutkan nama Jokowi.
"Ijazah palsu adalah pintu masuk untuk membuka kebohongan tentang : 1) siapa dia sebenarnya. 2) berbagai kelicikan dan keculasan yang dilakukan selama ini- termasuk kecurangan pemilu," tulis Said Didu.
Dengan demikian, menurut Said Didu, bisa dipastikan akan dilalukan segala cara untuk menutupi ijazah palsunya.
“Artinya, dipastikan bahwa semua cara akan dilakukan utk menutupi ijazah palsu,” katanya.
"Ayo bersatu buka kebohongan," kata Said Didu lagi.
Sebelumnya, Jokowi (Joko Widodo) menganggap bahwa ada agenda besar mau men-downgrade reputasi politiknya saat ini.
Baca Juga: Tanggapi Ijazah dan Pemakzulan Gibran, Jokowi Anggap Ada Agenda Besar Mau Men downgrade Reputasinya
Terbukti dari munculnya isu-isu ijazah palsu Jokowi dan juga isu pemakzulan anak sulungnya Gibran Rakabuming Raka dari kursi Wakil Presiden (Wapres).
Presiden ketujuh RI yang berkuasa selama 10 tahun ini mengungkap analisa tersebut saat ditemui wartawan di kediaman pribadinya di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta (Solo), Senin (14/6/2025).
Dari analisa politik Jokowi, agenda besar ini ingin menurunkan reputasi dirinya atau men-downgrade reputasi politiknya.
"Ini perasaan politik saya mengatakan ada agenda besar politik untuk menurunkan reputasi politik, untuk men-down grade," ujar dia.
Mantan Walikota Surakarta dua periode ini menyebut ada bahwa ada agenda besar di balik isu ijazah dan pemakzulan terhadap anaknya Gibran dari kursi Wapres.
"Saya berperasaan, memang kelihatannya ada agenda besar politik. Dibalik isu-isu ini ijazah palsu, isu pemakzulan," kata Jokowi.
"Termasuk itu (isu pemakzulan). Jadi ijazah palsu, pemakzulan Mas Wapres, saya kira ada agenda besar politik," tegasnya lagi.***




