POJOKSATU.ID - Sebuah insiden tak terduga terjadi saat pelaksanaan tradisi Nyadran di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (7/2/2026).
Sebuah perahu kayu yang mengangkut sound horeg dilaporkan tenggelam di Sungai Balongdowo akibat kelebihan muatan.
Peristiwa tersebut terjadi ketika warga tengah bersiap menyambut puncak tradisi Nyadran, ritual masyarakat Jawa yang dilakukan untuk mendoakan leluhur menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Baca Juga: Kemendikdasmen Integrasikan TKA dan eRapor dalam Sistem Evaluasi Nasional!
Tradisi yang semula berlangsung meriah mendadak berubah panik saat perahu pembawa sound system raksasa itu karam.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, perahu tersebut tidak mampu menahan beban berat sound horeg beserta penumpang di atasnya.
Total muatan diperkirakan mencapai sekitar satu ton, jauh melebihi kapasitas perahu kayu yang digunakan.
Baca Juga: Jadi Penentu Masuk Sekolah? Ini Alasan Sertifikat TKA 2026 Wajib Dimiliki Siswa SD dan SMP!
Polisi memastikan, tidak ada korban jiwa dalam insiden tenggelamnya perahu tersebut.
Seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri dengan bantuan warga sekitar yang sigap melakukan evakuasi.
Sound horeg sendiri merupakan istilah populer yang merujuk pada penggunaan sound system berdaya besar dengan volume ekstrem dan dentuman bass yang kuat.
Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat! Ini Jadwal Lengkap TKA 2026 Agar Masuk SMP dan SMA Favorit!
Fenomena ini kerap hadir dalam arak-arakan, konvoi, hajatan, hingga pesta rakyat di berbagai daerah.
Awalnya, sound horeg biasanya diangkut menggunakan gerobak atau mobil pikap.
Namun belakangan, kreativitas warga semakin beragam, termasuk mengangkut perangkat sound raksasa menggunakan perahu kayu untuk memeriahkan tradisi di wilayah perairan.
Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan dua perahu kayu berlayar di sungai.
Masing-masing perahu membawa sound system besar serta sedikitnya 10 orang dewasa.
Dalam rekaman tersebut, para penumpang tampak berjoget mengikuti alunan musik remix dengan volume memekik.
Namun, salah satu perahu terlihat oleng ke kanan dan kiri akibat kelebihan muatan. Tak lama kemudian, perahu tersebut perlahan tenggelam ke dalam sungai.
Musik pun terhenti seketika, disusul teriakan warga yang menyaksikan kejadian tersebut.
Warga sekitar langsung berupaya memberikan pertolongan.
Beberapa orang terjun ke sungai, sementara yang lain membantu menarik peralatan dan penumpang ke tepi sungai.
Proses evakuasi berlangsung cepat sehingga tidak menimbulkan korban.
Baca Juga: Bansos Masuk KKS tapi Tertulis Pengkreditan Gaji? Ini Fakta Sebenarnya
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan faktor keamanan dalam setiap kegiatan, terlebih yang melibatkan peralatan berat dan kerumunan massa.
Peristiwa tenggelamnya perahu sound horeg ini pun menjadi pengingat bahwa kemeriahan tradisi tidak boleh mengabaikan risiko, agar perayaan budaya tetap berlangsung aman dan bermakna.***




