POJOKSATU.id, JAKARTA-- Menjawab adanya tudingan yang menyatakan bahwa jika Anies Baswedan menjadi Presiden pengganti Jokowi, Surya Paloh memberikan garansi politik bahwa pembangunan di era Jokowi akan dilanjutkan.
Hal itu ditekankan langsung oleh Surya Paloh di hadapan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto usai melakukan pertemuan di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor Jawa Barat, Minggu (5/2).
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menekankan bahwa bakal calon presiden Anies Baswedan akan meneruskan dan memperbaiki pembangunan yang telah dilakukan oleh pemerintahan Joko Widodo.
Menjawab adanya tudingan yang menyatakan bahwa jika Anies Baswedan menjadi Presiden pengganti Jokowi, Surya Paloh memberikan garansi politik bahwa pembangunan di era Jokowi akan dilanjutkan.
"Kita tidak mau pembangunan itu harus terhenti. Perlu perbaikan? Jelas itu mutlak, tidak ada kesempurnaan, dalam seluruh apapun yang telah kita lalui bersama," ujar Surya Paloh.
Surya Paloh mengaku, tidak menginginkan jalannya pembangunan negeri harus terhenti dikarenakan pergantian pemimpin Indonesia.
"Kecuali memang mereka yang berpikir dengan kepentingan yang tidak melihat suatu strategi jangka panjang, dan kepentingan yang lebih besar," pungkas Surya Paloh.
Hormati Putusan Nasdem
Hasil pertemuan Surya Paloh dengan Prabowo Subianto di Hambalang Bogor, Prabowo menghormati putusan Nasdem dan siap menghadapi Anies di Pilpres 2024.
Prabowo Subianto juga mengaku menghormati keputusan Partai Nasdem yang mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden di 2024 nanti.
Bahkan, Ketua Umum Partai Gerindra ini mengaku siap menghadapi Anies Baswedan di Pilpres 2024 mendatang.
Hal itu disampaikan langsung oleh Prabowo saat menjawab pertanyaan soal peluang Prabowo-Anies dalam Pilpres 2024 nanti.
"Tadi kan saya sudah sampaikan, dalam pembicaraan kita yang intensif dan luas, kita sepakat, kita akan menghormati keputusan politik masing-masing," ujar Prabowo saat konferensi pers bersama Ketum Partai Nasdem Surya Paloh usai keduanya melakukan pertemuan di Padepokan Garuda Yaksa Hambalang, Bogor, Minggu sore (5/3).
Selain itu kata Prabowo, dalam hasil pertemuan itu, Partai Gerindra dan Partai Nasdem bertekad akan melakukan komunikasi yang lebih erat dan intensif.
"Kalaupun Anies sudah jadi keputusan politik Nasdem dan kawan-kawan, ya kita hormati, ya sudah kita hadapi, rakyat yang milih, rakyat yang akan milih," jelas Prabowo. (ikror/pojoksatu)




