POJOKSATU.id - Jetour bukan merek kecil. Ia lahir dan dibesarkan oleh Chery Holding Group, salah satu raksasa otomotif Tiongkok yang memproduksi jutaan unit mobil setiap tahun.
Jetour bahkan diperkenalkan sebagai merek yang khusus menggarap SUV modern berteknologi tinggi.
Tetapi publik mendadak geleng-geleng ketika Jetour T2, SUV unggulan mereka, justru hangus terbakar di Tol Jagorawi.
Baca Juga: Dukung Keandalan Produksi AMDK , PLN Suntik Daya Industri Lokal di Kabupaten Bogor
Wajar jika muncul komentar sinis “Spek tinggi, platform baru, tapi kok bisa terbakar?”
Padahal, di atas kertas, Jetour T2 punya modal kuat.
Mobil ini dibangun di atas platform Kunlun arsitektur yang digembar-gemborkan Jetour sebagai basis SUV generasi baru.
Baca Juga: Dukung Keandalan Produksi AMDK , PLN Suntik Daya Industri Lokal di Kabupaten Bogor
Spesifikasinya juga tak main-main mesin 1.5L turbo bertenaga 181 hp, opsi 2.0L turbo, hingga varian plug-in hybrid i-DM dengan baterai LFP CATL 43 kWh yang terkenal lebih stabil.
Bukan itu saja, Jetour T2 hadir dengan wheelbase 2800 mm, desain tangguh, serta sederet fitur keselamatan modern.
Di pasar global, Jetour dipasarkan sebagai salah satu merek SUV dengan pertumbuhan tercepat.
Baca Juga: Viral! Kasus Penipuan PPPK Terbongkar, IRT di Cirebon Ditipu Oknum PNS Rp40 Juta
Dengan latar belakang sebesar itu, wajar jika insiden kebakaran langsung memicu tanda tanya besar.
Teknologi tinggi dan sistem proteksi baterai semestinya jadi andalan SUV modern.
Namun publik kembali menyindir produk dari holding sebesar Chery saja masih bisa terbakar.
Jetour Indonesia menegaskan bahwa hasil investigasi akan diumumkan setelah analisis teknis selesai.
Hingga itu terjadi, publik hanya bisa menunggu jawaban apakah kebakaran murni akibat benturan atau ada hal lain yang perlu diperbaiki dalam desain SUV berteknologi tinggi.***




