POJOKSATU.id, PANGKEP—Jenazah pramugari Esther Aprilita Sianipar masih ditemukan utuh pada penemuan Kamis (22/1) di pinggir sungai di Gunung Bulusaraung, Pangkep.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri dengan mudah mengidentifikasi jasad yang bersangkutan karena tangan atau sidik jarinya jelas terbaca.

Jenazah Esther ditemukan pada hari keenam pencarian atau Kamis.

Diketahui, sebanyak 10 jenazah kru dan penumpang pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Sabtu (17/1), sudah ditemukan Tim SAR gabungan.

Baca Juga: Sudah 2 Korban Pesawat ATR Teridentifikasi, Sesudah Pramugari Kini Pegawai KKP Deden Maulana

Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Muhammad Haris, mengatakan korban Esther teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti dan ciri medis cocok dengan nomor ante mortem 002.

Kantong jenazah Esther Aprilita teregister dengan nomor PM 62 B 04.

"Tim gabungan sudah berhasil mengidentifikasi total tiga korban," ujar Kombes Muhammad Haris, Jumat (23/1/2026).

Esther Aprilita Sianipar merupakan warga Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ayahnya bernama Adi Saputra Sianipar.

Sementara itu, Kapusident Bareskrim Polri, Brigjen Mashudi, mengatakan jenazah Esther Aprilita masih dalam kondisi utuh.

Baca Juga: Akhirnya Ditemukan Semua! Hari ke-7 Pencarian ATR 42-500 Temukan Korban ke-10

"Kondisinya masih bagus, sehingga tangan atau sidik jarinya masih bisa terbaca," kata Brigjen Mashudi.

Dari 10 penumpang dan kru pesawat ATR 42-500, korban yang berhasil diidentifikasi Polri sebanyak tiga orang hingga Jumat (23/1) antara lain pramugari Florencia Lolita Wibisono, penumpang Deden Maulana yang merupakan pegawai KKP.

Dan terbaru pramugari Esther Aprilita Sianipar. Tim DVI juga masih melakukan proses identifikasi terhadap tujuh kantong jenazah yang lain.***