POJOKSATU.id - Jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Pangkep, Sulawesi Selatan, Restu Adi Pribadi (39), tiba di rumah duka di Dusun Tlangu, Bulan, Wonosari, Klaten, Jawa Tengah, Minggu, 25 Januari 2026 siang.

Almarhum kemudian dimakamkan di Desa Sidoharjo, Kecamatan Polanharjo, Klaten, sekitar pukul 14.30 WIB.

Jenazah tiba sekitar pukul 11.18 WIB menggunakan ambulans dan disambut isak tangis keluarga serta warga.

Mobil jenazah dikawal dan diiringi kendaraan dari jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Setelah tiba di rumah duka, dilakukan prosesi serah terima jenazah secara kedinasan dari pihak KKP kepada keluarga.

Selain jenazah, pihak KKP juga menyerahkan sejumlah dokumen kepada keluarga, termasuk dokumen identifikasi korban (DVI).

Baca Juga: Wali Kota Bandung Farhan Nyatakan Siap Dipanggil Kejari Terkait Kasus Erwin–Rediana

Usai rangkaian serah terima, peti jenazah langsung dibawa ke masjid dekat kediaman keluarga.

Ratusan pelayat kemudian mensolati jenazah sebelum dibawa ke tempat pemakaman yang berada tidak jauh dari masjid.

Kepala Desa Sidoharjo, Tri Manto, mengatakan pihaknya mewakili keluarga dan warga mengaku sangat kehilangan sosok almarhum yang dikenal baik dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Almarhum orangnya baik, ia tinggal di Jakarta, tetapi kalau pulang ke sini suka membantu warga dan bermasyarakat. Informasinya ia tidak tugas, tetapi pas menggantikan temannya,” ujar Tri.

Tri juga menyampaikan pemerintah desa turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengapresiasi proses pemulangan jenazah yang berjalan lancar.

Baca Juga: KAI Daop 3 Cirebon Gencarkan Perawatan Jalur KA Sepanjang 2025, Dorong Transportasi Publik Berkelanjutan

Sementara itu, Kepala Urusan Umum Stasiun PSDKP Cilacap, Adi Candra, menyampaikan pihaknya mewakili KKP untuk mengantarkan jenazah ke rumah duka.

“Kami mewakili KKP mengantarkan jenazah ke rumah duka, dan kami di sini memberikan penghormatan terakhir. Korban berdedikasi telah membantu mengawasi wilayah Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujarnya.

Prosesi pemakaman berlangsung tertib dan khidmat, dihadiri keluarga besar, kerabat, serta warga setempat yang memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Kepergian Restu Adi Pribadi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya.

Dedikasi dan kebaikannya semasa hidup akan selalu dikenang, menjadi jejak pengabdian yang tak lekang oleh waktu.***