POJOKSATU.id, JAKARTA—Jenazah tiga anggota TNI yang gugur di Lebanon akibat diserang tentara Israel tiba di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Banten, Sabtu malam (4/4).

Tangis keluarga pecah saat jenazah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu M Nur Ichwan dan Praka Farizal Rhomadhon, tiba di Gedung VIP Lounge Bandara Soetta.

Peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih itu dibawa secara khidmat menuju lokasi persemayaman.

Baca Juga: Usai 3 TNI Gugur, Tiga Prajurit Lagi Terluka Dihantam Serangan Israel, Ini Tanggapan Kemlu RI

Isak tangis terdengar bersahutan di dalam ruangan. Beberapa anggota keluarga tampak tak kuasa berdiri dan harus ditopang kerabat lainnya saat mendekat ke peti jenazah ketiga prajurit ini.

Suasana duka semakin mendalam ketika lagu “Gugur Bunga” dikumandangkan di ruangan tersebut.

Suasana haru tak terbendung ketika anggota keluarga yang telah menunggu sejak sore hari langsung menghampiri, mengusap, dan memeluk peti jenazah orang tercinta mereka.

Sebelumnya, jenazah ketiga prajurit tiba di Tanah Air melalui Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 18.00 WIB. Kedatangan mereka disambut oleh sejumlah prajurit TNI.

Baca Juga: Komisi I DPR Minta Posisi Pos TNI di Lebanon Selatan Dipindah ke Zona Lebih Aman

Tiga peti jenazah kemudian dimasukkan ke dalam masing-masing mobil jenazah yang telah disiapkan sebelum dibawa ke lokasi persemayaman.

Adapun ketiga prajurit yang gugur adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon.

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta Pemerintah RI melakukan peninjauan posisi pos anggota TNI yang bertugas di Lebanon ke zona yang lebih aman.

Sesudah tiga anggota TNI gugur dihantam serangan Israel, TNI kembali mendapat serangan yang melukai tiga prajurit penjaga perdamaian asal Indonesia pada Jumat (3/4/2026).

Hasanuddin minta Mabes TNI segera meninjau ulang prosedur operasional serta perlindungan personel di lapangan. Dan merelokasi posisi pos ke zona lebih aman agar kejadian serupa tidak terulang.

“Evaluasi harus mencakup peninjauan posisi pos agar berada di zona yang lebih aman, peningkatan perlindungan fisik di pangkalan, serta pengetatan SOP saat terjadi eskalasi di sekitar area tugas,” ujar TB Hasanuddin, Sabtu (4/4/2026).

Menurut dia, langkah-langkah tersebut penting dipertimbangkan, mengingat situasi keamanan di Lebanon selatan terus memburuk dalam beberapa waktu terakhir.***