POJOKSATU.ID - Pemerintah mengambil langkah cepat untuk memulihkan infrastruktur di wilayah terdampak bencana alam.

Atas perintah Presiden Prabowo Subianto, pemerintah memutuskan membeli 100 unit jembatan Bailey dari luar negeri guna mempercepat pemulihan konektivitas di berbagai daerah.

Jembatan Bailey tersebut akan dipasang di sejumlah wilayah yang terdampak bencana alam, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Baca Juga: Update Terbaru Tunjangan Sertifikasi Guru 2025, Transfer Pusat ke Daerah Sudah 100 Persen di Sejumlah Wilayah, Guru Disarankan Cek Ini

Kehadiran jembatan darurat ini diharapkan dapat kembali menghubungkan akses masyarakat yang terputus, sekaligus memperlancar mobilitas warga serta distribusi bantuan logistik.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan, pemasangan seluruh jembatan Bailey ditargetkan rampung paling lambat pada Februari 2026.

Proses pemasangan akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan tingkat kerusakan dan kebutuhan mendesak di setiap daerah.

Baca Juga: Banjir Renggut Nyawa, Mensos Umumkan Santunan Banjir Aceh dan Sumatera Korban Dihargai Rp15 Juta

Menurut Maruli, jembatan Bailey dipilih karena memiliki keunggulan dari sisi kecepatan pemasangan dan fleksibilitas di medan sulit.

Jembatan ini dapat dipasang dalam waktu relatif singkat, sehingga sangat cocok digunakan pada kondisi darurat pascabencana.

Selain jembatan Bailey, TNI Angkatan Darat juga membangun berbagai jenis jembatan lainnya di wilayah terdampak.

Baca Juga: Breaking News! TPG Guru THR 100 Persen 2025 Cair di Banyak Daerah, Ini Daftar Wilayah Sudah Masuk RKUD dan Saran Guru Pantau Rekening

Di antaranya adalah jembatan Armco dan jembatan gantung yang akan dibangun di puluhan titik rawan dan terisolasi akibat bencana alam.

“Upaya ini tidak hanya bertujuan memulihkan akses transportasi, tetapi juga memastikan roda perekonomian masyarakat bisa kembali bergerak,” ujar Maruli, dikutip pojoksatu.id dari instagram @gnfi (31/12/2025).

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur dasar menjadi prioritas utama dalam fase pemulihan pascabencana.

Baca Juga: Tragedi 5 Penerjun Payung Pangandaran, Perubahan Angin Ubah Latihan Jadi Maut

Akses jalan dan jembatan yang terhubung akan memudahkan distribusi bantuan, layanan kesehatan, hingga aktivitas pendidikan masyarakat setempat.

Tak hanya fokus pada infrastruktur jalan, TNI AD juga ikut mendukung pemulihan fasilitas pendukung lainnya, termasuk akses air bersih.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah terdampak, bahkan lebih baik dibandingkan kondisi sebelum bencana terjadi.

Baca Juga: Mensos Gus Ipul Sebut Rp15 Ribu Cukup untuk Lauk Pauk Korban Bencana Sumatera, Publik Langsung Heboh!

Pemerintah menilai, keterlibatan TNI AD dalam pembangunan jembatan dan infrastruktur darurat merupakan bentuk sinergi lintas sektor untuk merespons bencana secara cepat dan terukur.

Dengan target penyelesaian yang jelas, diharapkan dampak sosial dan ekonomi akibat terputusnya akses dapat segera diminimalkan.

Melalui pembangunan 100 jembatan Bailey serta infrastruktur pendukung lainnya, pemerintah menegaskan komitmennya untuk hadir dan memastikan negara tidak tinggal diam dalam menghadapi bencana alam di berbagai daerah.***