POJOKSATU.id — Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Bengkulu tidak ingin kecolongan. Pengawasan terhadap daging yang dijual di pasar-pasar lokal diperketat demi memastikan masyarakat mendapatkan produk yang aman, sehat, utuh, dan halal.
Langkah ini dilakukan karena konsumsi daging biasanya meningkat saat bulan puasa.
Pemerintah ingin memastikan lonjakan permintaan tidak dimanfaatkan oknum pedagang untuk menjual daging yang tidak layak konsumsi.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu, Henny Kusuma, mengatakan pemeriksaan fisik telah dilakukan secara menyeluruh di sejumlah pasar.
Sidak di Pasar Panorama dan PTM
Tim turun langsung ke Pasar Panorama dan Pasar Tradisional Modern (PTM) untuk memeriksa kondisi daging sapi dan jenis daging lainnya yang dijual pedagang.
Baca Juga: Militer AS Siapkan Opsi Serangan Besar-besaran ke Iran, Kirim Tambahan Kapal Induk ke Timur Tengah
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi daging dalam keadaan baik dan segar.
Tidak ditemukan indikasi cacing pita maupun masalah kesehatan serius lainnya.
Meski begitu, pengawasan tidak berhenti di situ.
Pemerintah tetap melakukan pemantauan berkala untuk mencegah peredaran daging gelonggongan, daging busuk, atau praktik pemalsuan yang bisa merugikan konsumen.
"Jika nantinya kita menemukan organ hati terinfeksi fasciola hepatica (cacing hati), maka organ hati yang terinfeksi tersebut akan disita karena dianggap tidak layak untuk dikonsumsi," tegas Henny.
Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah tidak akan memberi ruang bagi daging yang berpotensi membahayakan kesehatan warga.
Bukan Hanya Sehat, Tapi Juga Halal
Baca Juga: Video Tahlilan di Depan Rumah Jokowi Bikin Heboh! Netizen Bingung Sebut Ngapain?
Selain pemeriksaan kualitas fisik, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu juga menggandeng Satuan Tugas Halal untuk melakukan sosialisasi pentingnya sertifikasi halal bagi pelaku usaha makanan, minuman, hingga jasa penyembelihan.
Langkah ini dinilai penting agar pelaku usaha tidak hanya mengantongi sertifikat halal, tetapi juga benar-benar menjalankan proses produksi sesuai ketentuan.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengawasan yang dilakukan tidak hanya menyentuh aspek kesehatan, tetapi juga jaminan kehalalan produk.
Terlebih, mayoritas masyarakat Bengkulu adalah Muslim yang membutuhkan kepastian soal kehalalan makanan.
Dengan pengawasan yang diperketat menjelang Ramadhan, Pemkot Bengkulu ingin memastikan warga bisa menjalankan ibadah dengan tenang, tanpa khawatir terhadap kualitas bahan pangan yang dikonsumsi.***




