POJOKSATU.id - Menjelang datangnya bulan suci ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama merilis jadwal Imsakiyah resmi untuk seluruh wilayah Indonesia.
Jadwal ini mencakup seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Tanah Air.
Kehadirannya memudahkan masyarakat, khususnya pengelola masjid dan musala, dalam menyiapkan jadwal sahur dan waktu berbuka puasa.
Baca Juga: Pintu Mutasi ASN Ditutup, Pemkot Makassar Berlakukan Moratorium Sejak Juli 2025
“Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama telah menyediakan data jadwal Imsakiyah untuk seluruh kabupaten/kota se-Indonesia,” tulis Ditjen Bimas Islam Kemenag melalui akun Instagram resmi, dikutip Senin (26/1/2026).
Cara Cek Jadwal Imsakiyah Resmi Kemenag
Ditjen Bimas Islam juga menjelaskan bahwa jadwal Imsakiyah dapat diakses secara daring melalui laman resmi Bimas Islam. Berikut langkah-langkahnya:
- Masuk ke website bimasislam.kemenag.go.id/jadwalimsakiyah
Halaman ini merupakan portal resmi Kemenag yang memuat data jadwal Imsakiyah nasional.
Baca Juga: Datang ke PN Tipikor, Ahok Tunjukkan HP dan Siap Buka-Bukaan Kasus Korupsi Minyak Mentah
- Pilih nama provinsi, kabupaten/kota, dan tahun
Pengguna dapat menyesuaikan lokasi dan tahun ramadhan sesuai kebutuhan.
- Klik tombol pencarian
Sistem akan memproses data sesuai wilayah yang dipilih.
- Klik tombol download atau unduh
Jadwal Imsakiyah dapat diunduh dalam format Excel untuk dicetak atau dibagikan.
Ramadhan Versi Pemerintah
Pemerintah melalui Kementerian Agama memperkirakan 1 ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Perkiraan ini merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang disusun menggunakan kriteria Imkanur Rukyat MABIMS.
Kriteria MABIMS merupakan hasil kesepakatan empat negara, yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Baca Juga: Lucky Element Meninggal Dunia, Mengenal Penyakit TB Ginjal yang Diderita Sang Musisi dan Bahayanya
Metode ini menitikberatkan pada kemungkinan terlihatnya hilal pada tanggal 29 Syaban.
Meski begitu, penetapan resmi awal ramadhan tetap akan diumumkan melalui Sidang Isbat yang digelar menjelang masuknya bulan puasa.
Sidang ini melibatkan ahli falak, perwakilan ormas Islam, serta lembaga astronomi.
Baca Juga: Jam Kerja ASN Tidore Diubah! Ini Jadwal Lengkap Masuk Kantor dan WFA
Biasanya, hasil Sidang Isbat diumumkan pada malam menjelang 1 ramadhan. Keputusan ini bisa saja berbeda dengan perhitungan ormas Islam tertentu karena perbedaan metode penentuan awal bulan.
Ramadhan Versi Muhammadiyah
Sementara itu, Muhammadiyah telah menetapkan 1 ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan ini tertuang dalam Maklumat Nomor 01/MLM/I.1/B/2025.
Penetapan tersebut didasarkan pada metode hisab Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Baca Juga: Jam Kerja ASN Tidore Diubah! Ini Jadwal Lengkap Masuk Kantor dan WFA
Bagi Muhammadiyah, KHGT bukan sekadar sistem penanggalan, tetapi bagian dari ikhtiar menyatukan kalender Islam secara global.
Ketua PP Muhammadiyah, Syamsul Anwar, menyebut KHGT sebagai inovasi penting dalam sejarah penanggalan Islam.
“KHGT adalah upaya mutakhir umat Islam untuk menyatukan penanggalan mereka. Dengan kalender ini, tanggal baru Hijriah jatuh pada hari yang sama di seluruh dunia,” jelasnya.
Baca Juga: DPR Segera Sahkan Thomas Djiwandono Keponakan Prabowo Subianto Jadi Deputi Gubernur BI
Pendekatan ini membuat penanggalan Hijriah tidak lagi terikat pada perbedaan zona rukyat.
Artinya, umat Islam dari Indonesia hingga Amerika Serikat dapat memulai ibadah puasa pada hari yang sama. ***




